<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Klub Buku dan Film SCTV &#187; non fiksi</title>
	<atom:link href="http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/category/non-fiksi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com</link>
	<description>I have always imagined that Paradise will be a kind of Library (Jorge Luis Borges)</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Oct 2009 06:23:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='klubbukufilmsctv.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/1b55b049236bfd8026e9683986b3b4ff?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Klub Buku dan Film SCTV &#187; non fiksi</title>
		<link>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Bom untuk AS Memang Sah</title>
		<link>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/09/13/bom-untuk-as-memang-sah/</link>
		<comments>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/09/13/bom-untuk-as-memang-sah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 07:26:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klubbukusctv</dc:creator>
				<category><![CDATA[non fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/09/13/bom-untuk-as-memang-sah/</guid>
		<description><![CDATA[ Miko Toro
“Jihad, adalah amalan dengan martabat tertinggi dalam Islam. Lebih tinggi daripada salat dan puasa,” kata Muhammad Iqbal alias Abu Muhammad Jibriel, di Kantor SCTV, Rabu (9/9) silam.
Akhir-akhir ini, nama Abu Jibriel sering disebut media massa Indonesia. Maklum, Putra Abu Jibriel, Muhammad Jibriel Abdulrahman alias Muhammad Ricky Ardan, ditetapkan polisi sebagai tersangka teroris, terkait [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&blog=3789462&post=246&subd=klubbukufilmsctv&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-251" style="margin:2px;" title="klubbuku" src="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/09/klubbuku.jpg?w=100&#038;h=149" alt="klubbuku" width="100" height="149" /> Miko Toro</p>
<p>“Jihad, adalah amalan dengan martabat tertinggi dalam Islam. Lebih tinggi daripada salat dan puasa,” kata Muhammad Iqbal alias Abu Muhammad Jibriel, di Kantor <em>SCTV</em>, Rabu (9/9) silam.</p>
<p>Akhir-akhir ini, nama Abu Jibriel sering disebut media massa Indonesia. Maklum, Putra Abu Jibriel, Muhammad Jibriel Abdulrahman alias Muhammad Ricky Ardan, ditetapkan polisi sebagai tersangka teroris, terkait pengeboman Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton pada 17 Juli 2009.</p>
<p>Abu Jibriel datang ke Kantor SCTV untuk <em>ngobrol </em>atas undangan Klub Buku dan Film SCTV. Rombongan Abu Jibriel disambut jajaran Redaksi Liputan 6. Sambil mengutarakan pandangannya tentang jihad, Abu Jibriel membagikan buku karyanya berjudul <em>Syubhat-Syubhat</em> (Kerancuan) <em>Seputar Jihad</em>.</p>
<p>Abu Jibriel menegaskan, penegakan Islam tidak bisa lepas dari jihad. Pelaku jihad telah dijanjikan pahala besar berlipat ganda, dan dijamin masuk surga.</p>
<p>Abu Jibriel menilai, ada konspirasi internasional yang dipimpin Amerika Serikat untuk menghancurkan Islam, termasuk Islam di Indonesia. AS dan sekutunya adalah teroris yang sesungguhnya. AS memerangi Islam dengan berbagai cara, termasuk dengan menyebarkan fitnah bahwa jihad itu buruk.</p>
<p>Bagi Abu Jibriel, suatu jihad, apapun bentuknya, tidak mungkin buruk. Karena jihad adalah jalan Islam.</p>
<p><span id="more-246"></span></p>
<p>Sebagian dari diskusi berlangsung sebagai berikut:</p>
<p>Awak redaksi, Ariyo Ardi bertanya, “Apakah aksi-aksi Noordin M. Top juga suatu bentuk jihad?”</p>
<p>Abu Jibriel menjawab. AS telah menjadikan seluruh bumi ajang perang terhadap umat Islam. Jadi, jihad dengan sasaran AS bisa dibenarkan, bahkan wajib.</p>
<p>“Bagaimana bila sasarannya memang AS, tapi korban-korbannya adalah warga sipil? Bahkan, sebagian besar di antaranya beragama Islam?” tanya Iskandar Siahaan.</p>
<p>Dalam Alquran, menurut Abu Jibriel, memang ada perintah berjihad di medan perang. Selama sasaran jihad itu musuh Islam, seperti AS, jihad dibolehkan. Tapi, tentang dampak serangan itu, Abu Jibriel mengaku berbeda pendapat dengan Noordin. Bahkan bila suatu saat bertemu Noordin, dan seandainya benar Noordin berada di balik berbagai aksi pengeboman di Indonesia, Abu Jibriel mengatakan akan minta Noordin tidak meneruskan aksi-aksi itu.</p>
<p>Saya bertanya, “Apakah jihad terbaik memang harus dalam bentuk perang fisik?”</p>
<p>Menurut Abu Jibriel, sebetulnya ada 13 jenis jihad. Mulai dari jihad melawan nafsu diri sendiri, hingga jihad memerangi orang kafir. Tapi yang paling utama, memang melawan musuh Islam, secara fisik.</p>
<p>Bagi Abu Jibriel, hanya aturan Allah—dalam hal ini Islam—yang berhak berlaku di muka bumi. Penghalang berlakunya aturan itu, harus diperangi.</p>
<p>Iskandar Siahaan melanjutkan, “Bukankah ada ayat yang menegaskan bahwa tidak ada paksaan dalam Islam?”</p>
<p>Abu Jibriel mengakui ayat itu. Penjelasannya, ada tahapan yang harus dilalui, sebelum sampai pada keputusan perang. Tahap pertama, adalah ajakan untuk tunduk pada Islam. Penolakan, harus dibayar dengan upeti. Tapi halangan untuk menerapkan syariat Islam, harus dijawab dengan perang.</p>
<p>Dan siapakah yang harus menentukan, apakah sudah ada halangan untuk Islam? Ini memang belum sempat dibahas dalam diskusi. Tapi Abu Jibriel menyatakan bisa menerima tafsiran bahwa seluruh muka bumi adalah medan perang jihad.</p>
<p>Moh. Samsul Arifin bertanya, “Apakah organisasi Jamaah Islamiyah memang punya dasar untuk melancarkan aksi bom?”</p>
<p>Abu Jibriel menegaskan, istilah Jamaah Islamiyah sebetulnya hanyalah rekaan peneliti masalah terorisme Sidney Jones. Tapi tentang aksi bom itu sendiri, bagi Abu Jibriel, memang sah-sah saja. Pengeboman, adalah salah satu cara berperang.</p>
<p>Saya bertanya, “Mungkinkah ada kebenaran di luar apa yang Anda yakini?” Saya mengilustrasikan sosok Nasir Abbas, mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah sekarang lebih sering membantu polisi Indonesia, melawan aksi-aksi mantan rekan-rekannya. Nasir Abbas akhirnya beranggapan, jihad harus dilakukan dengan dakwah, bukan dengan kekerasan.</p>
<p>Bagi Abu Jibriel, rupanya kebenaran di luar pemahamannya sama sekali tidak mungkin. Dalam pandangan Abu Jibriel, Nasir Abbas sudah rusak. Orang seperti Nasir Abbas, tidak mungkin jujur. “Dapat wangsit dari mana dia?” tukas Abu Jibriel tentang pandangan Nasir Abbas.</p>
<p>Sebelum acara diskusi ditutup saya sempat bertanya, “Apakah Anda setuju pembentukan negara Islam di wilayah Indonesia?”</p>
<p>Menurut Abu Jibriel, sebutan ‘Negara Islam’ tidak terlalu penting. Yang utama adalah penerapan syariat Islam. Hal itu, memang wajib diperjuangkan. Dan Indonesia, jelas-jelas tidak menerapkan syariat Islam.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&blog=3789462&post=246&subd=klubbukufilmsctv&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/09/13/bom-untuk-as-memang-sah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>114</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/111c4e1526ec0e218ffbc0a4b44d3cf1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">klubbukusctv</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/09/klubbuku.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">klubbuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Bedah Buku SBY versus JK</title>
		<link>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/05/22/dari-bedah-buku-sby-versus-jk/</link>
		<comments>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/05/22/dari-bedah-buku-sby-versus-jk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 05:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klubbukusctv</dc:creator>
				<category><![CDATA[non fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Bedah buku dua calon presiden yang diselenggarakan Klub Buku dan Film SCTV, Selasa 19 Mei 2009 kebanjiran peminat. Kami, yang tadinya mempersiapkan tempat duduk untuk sekitar 50 orang di dalam ruangan yangtak terlalu luas di Hotel Sultan, terpakasa menambah tempat duduk, itu pun belum mencukupi sehingga sebagian lagi terpaksa berdiri.  Buku yang kami bedah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&blog=3789462&post=215&subd=klubbukufilmsctv&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bedah buku dua calon presiden yang diselenggarakan Klub Buku dan Film SCTV, Selasa 19 Mei 2009 kebanjiran peminat. Kami, yang tadinya mempersiapkan tempat duduk untuk sekitar 50 orang di dalam ruangan yangtak terlalu luas di Hotel Sultan, terpakasa menambah tempat duduk, itu pun belum mencukupi sehingga sebagian lagi terpaksa berdiri.  Buku yang kami bedah adalah Buku SBY yang ditulis juru bicaranya, Dino Pati Djalal dan  buku JK, Hanya dengan Kerja Keras, Catatan Seorang Wakil Presiden yang ditulis sejumlah wartawan senior. Editor buku ini adalah Budi Kusumah, seorang wartawan senior jadi pembicara bersama Dino Pati Djalal.</p>
<p><span id="more-215"></span></p>
<p>Pembahasanya adalah Profesor Ikrar Nusa Bakti dari LIPI dan Dr Firmanzah, ahli marketing politik yang juga dekan FE-UI.  Firmanzah mengupas kedua buku ini dari sisi medium komunikasi. Hasilnya: buku SBY membosankan, lelah membacanya, dan memaksa pembacanya untuk menerima atau mempercayai kebenaran yang ada dalam buku itu, dalam hal itu kepemimpinan SBY.   Sebaliknya, dia memuji buku JK sebagai buku yang enak dibaca, bertutur, tidak melelahkan, dan terpenting adalah tidak berpretensi memaksakan pembacanya bahwa JK adalah pemimpin yang ok punya. Firmanzah menduga perbedaan itu terjadi karena penulisnya, buku SBY ditulis bukan oleh orang dekatnya, sementara buku JK ditulis oleh wartawan yang tidak memiliki kedekatan emisional dengan JK. Ikrar Nusa Bakti juga sependapat dengan Firmanzah. Buku JK jauh lebih rileks disbanding buku SBY.</p>
<p>Menanggapi kedua pembahas itu, Dino Pati Djalal tak mau kalah. Menurutnya, ia mendapat banyak sms dari orang yang tak dinekalnya alias pembaca awam yang memuji buku itu. Bahkan mereka mengaku membaca habis buku itu hanya dalam dua hari, padahal halamannya ratusan. “Buku ini melelahkan atau tidak,” kata Dino, “biarlah pembaca yang menilainya.”</p>
<p>Dino mengaku bukan tipe birokrat yang suka menganggung-agungkan orang. Jadi, katanya, apa yang dia tulisa dalam buku itu adalah apa yang dia lihat dan saksikan sendiri sejak menjadi juru bicara presiden.   Begitulah, diskusi ini berjalan dengan saling kontra argument. Sayangnya, buku JK tidak dibagikan kepada peserta karena masih dalam proses percetakan. Sinopsis yang dibuat editornya tak bisa memuaskan keinginan peserta untuk membaca langsung buku JK itu. (**)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&blog=3789462&post=215&subd=klubbukufilmsctv&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/05/22/dari-bedah-buku-sby-versus-jk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/111c4e1526ec0e218ffbc0a4b44d3cf1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">klubbukusctv</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berapa Harga Sebuah Perang? Tak Dapat Dihitung</title>
		<link>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/04/07/berapa-harga-sebuah-perang-tak-dapat-dihitung/</link>
		<comments>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/04/07/berapa-harga-sebuah-perang-tak-dapat-dihitung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 11:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klubbukusctv</dc:creator>
				<category><![CDATA[non fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Perang US$3 Triliun:Bencana Ekonomi di Balik Invasi AS ke Irak
Penulis : Joseph Stiglitz dan Linda Bilmes
Penerbit :Mizan 2009
Halaman 272
Oleh Raymon Kaya

Ada berbagai motif Amerika akhirnya menyerbu masuk ke Irak.  Yang terungkap adalah motif keamanan atau security, dimana Amerika menuduh Irak menyimpang senjata pemusnah masal. Hingga kini tudingan Amerika Serikat ini tidak terbukti. Motif  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&blog=3789462&post=199&subd=klubbukufilmsctv&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"><img class="alignleft size-full wp-image-200" title="3-triliun" src="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/04/3-triliun.jpg?w=64&#038;h=100" alt="3-triliun" width="64" height="100" />Perang US$3 Triliun:Bencana Ekonomi di Balik Invasi AS ke Irak</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;">Penulis<span> </span>: Joseph Stiglitz dan Linda Bilmes</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;">Penerbit<span> </span>:Mizan 2009</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;">Halaman<span> </span>272</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;">Oleh Raymon Kaya<br />
</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;">Ada</span><span style="color:black;"> berbagai motif Amerika akhirnya menyerbu masuk ke Irak.  Yang terungkap adalah motif keamanan atau security, dimana Amerika menuduh Irak menyimpang senjata pemusnah masal. Hingga kini tudingan Amerika Serikat ini tidak terbukti. Motif  lainnya adalah Prestise Amerika, setelah tragedi 11 September maka Amerika ingin menunjukan kembali prestisenya sebagai Globo Cop yang mampu mengatasi masalah terorisme dengan menyerang Negara yang dianggap sebagai basis terorisme . Motif idiologi yang menjadi pertimbangan penting , dimana buku-buku, Brzezinski ,  Hutington dan  Fukuyama mendoktrin Amerika menjadi satu-satunya barometer demokrasi serta menjadikan “ Islam Fundamentalis “ sebagai musuh bersama.</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"><span id="more-199"></span><br />
</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Secara khusus, Fukuyama dalam bukunya  America at the Crossroads: Democracy, Power, and the Neoconservative Legacy (New Haven and London: Yale University Press, 2006 </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Tentang perang imperialis terhadap Irak, Fukuyama menulis: &#8221;Pemerintah Bush mendasarkan kasus perangnya terhadap Irak atas tiga argumen: pertama, fakta bahwa Irak punya senjata pemusnah massal (SPM) dan sedang dalam proses untuk membangun lebih banyak; kedua, bahwa Irak punya kaitan dengan Alqaidah dan organisasi teroris lainnya; dan ketiga, bahwa Irak adalah sebuah kediktatoran tirani, rakyat Irak wajib dibebaskan daripadanya.&#8221; (Hlm. 78-79).</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Motif lain yang ternyata masuk akal adalah motif ekonomi.  Kuat dugaan, penguasaan terhadap pasar minyak akan memberikan tambahan pada penghasilan devisa Amerika sendiri. Ini bukan tanpa alasan, dalam sebuah buku yang mengupas tentang Dinasti Saud, jelas dikemukakan keluarga Bush dan Saud telah melakukan kerjasama dalam masalah minyak ini sejak awal tahun 70-an.</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Joseph Stiglitz pemenang hadiah nobel ekonomi membuat sebuah buku “ The Tree Trillion Dollar War : The True Cost of Iraq War conflict  “ . Dalam buku ini diprediksikan untuk perang Irak diperlukan tiga trilyun dolar.  Biaya ini sama dengan 12 tahun perang di Vietnam dan dua kali lipat dibandingkan dengan perang di Korea.</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Prakiraaan awal perang menjadi awalan dalam buku ini. Di halm. 37 ada prakiraan awal 200 milair dollar, tapi Donald Rumsfeld, Menteri Pertahanan saat itu menolak anggapan besarnya biaya hingga 200 miliar.  Tapi Rumsfeld kemudian mengunkap biaya sektiar 50 hingga 60 miliar dolar. Dan semua ini bukan hanya biaya dari Amerika. </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Kesan congkak jelas terlihat dalam sebuah wawancara di ABC. Pembangunan Irak hanya diperlukan 1,7 miliar dolar. Dalam wawancara antara Ted Koppel dari ABC yang mewawancarai Andrew Natsios pejabat dari BAdan Pembanguan Internasional ditegaskan Irak bias dibangun kembali dengan biaya 1,7 miliar dollar. </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Dalam wawancara ini juga terungkap bahwa jika AS menguasai Irak maka akan ada pendapatan 20 miliar per tahun dari minyak. </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Tapi berdasarkan hitungan Stiglitz ada factor-faktor yang membengkakan pengeluaran ( halm. 39 sampai 59 ) misalnya saja ada jaasa kontrak dengan Blackwater security yang jumlahnay 27 juta dolar untuk menjaga Paul Bremer ( Otoritas Sementara Koalisi ,Otoritas pendudukan AS di Baghdad ). Kontrak ini diperpanjang sampai 100 juta dolar setahun kemduian. Pada tahun 2007 saja, otoritas ini memiliki kontrak 1,2 miliar dolar untuk Irak dan memperkerjakan 845 tenaga kontrak swasta.</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Gaji seorang tentara Blackwater mencapai 1.222 dollar perhari jauh diatas seorang Sersan yang gajinya 190 Dollar perhari. </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;">Yang diuntungkan adalah perusahaan pembuat mesin perang seperti General Dynamics yang memproduksi F-16 sahamnya naik (134 %) Atau Northrop Grumman yang memproduksi F-14  ( naik  78 % ) – sekedar catatan mereka juga membuat F – 20 Tigershark yang merupakan pengembangan dari F – 5 E Tiger. Selain itu  Lockhead Martin ( naik 105 %) . Persuhaan Lockhead memproduksi pesawat Hercules 130 yang dipakai oleh Indonesia . Persahaan ini kini mengembangkan F -22 JSF. </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Stiglitz mantan kepala ekonomi di Bank Dunia ini jgua mengunkap di era perang dunia kedua,  biaya per tentara  jika sampai meninggal 100.000 ( jika di konversi dengan nilai sekarang ) tapi di perang Iraq mencapai 400.000 / tentara  ( untuk tunjangan dan asuransi jiwa ) </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Biaya lain yang diungkap dalam buku ini adalah biaya nyata merawat veteran AS. Di Halm. 113 sd 117. Biaya untuk ini saja mencapai angka antara 422 miliar dolar hingga 717 miliar dolar </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Biaya yang diungkap buku ini juga terlihat pada halm 167 dimana ada biaya melakukan renovasi dan mencat 20  kantor polisi yang mencpaai 25 juta dolar padahal jika mengunakan perusahaan Irak hanya 5 juta dolar. </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Dibagian akhir masih ada cerita seorang sersan yang tewas di Irak bukan karena peluru tetapi tewas di kamar mandi barak tentara. Akibat kesalahan kabel, Sersan ini tewas kesetrum.Setelah melalui proses pengadilan maka kelaurga sang Sersan ini memperoleh US  $ 500.000 </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Hingga sekarang data resmi untuk perang serta rehabilitasi di Irak telah keluar uang sebesar US $ 600 miliar </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Bisa jadi akibat membengkaknya biaya-biaya ini ekonomi Amerika ikut tergerus. Pemerintah tidak bisa membayar pada Industri militer ( MICs), padahal industri militer inilah yang menjadi tulang pungung perekonomian AS.  (  catatan : konsep MICs Military Industrial Complex yang dikembangkan oleh Eisenhower di awal tahun 60-an ) </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Perak Irak bukan saja membawa kebangkrutan buat Amerika Serikat. Dalam sebuah survey  ( lihat halm. 183)  negara-negara tradisional yang mengagumi Amerika mulai memalingkan muka. Jika pada tahun 1999 – 2000 misalnya  75 % masyarakat Indonesia memiliki pendapat yang bagus tentang AS, maka pada tahun 2007 menurun 29 persen, atau hanya sekitar 46 persen rakyat Indonesia yang memiliki pendapat yang bagus tentang Amerika. </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Bukan sekedar biaya tapi yang  tidak bias di bayar oleh uang adalah kemartian ratusan ribu tentara AS, serta hancurnya prestise AS yang tidak mampu “ menaklukan “ Irak secara total. </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Jika dibandingkan dengan Indonesia. Untuk anggaran militer indonesia 2008. Departemen Pertahanan meminta dana 100 trilyun rupiah atau kurang dari 10  Milyar  dollar  //  Realisasi atau yang kemudian disetujui  3.000.000.000 miliar dollar  (atau sektiar 3 miliar dolar)  // Inipun masih dengan catatan, Dephan diminta untuk berhemat.  Jadi jika Irak memerlukan 3.000.000.000.000 dollar  ( tiga triliun ) untuk Irak, maka jumlah ini sama dengan hampir 1000 tahun  Departemen pertahanan Indonesia beroperasi. </span></p>
<p class="ecmsonormal">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&blog=3789462&post=199&subd=klubbukufilmsctv&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/04/07/berapa-harga-sebuah-perang-tak-dapat-dihitung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/111c4e1526ec0e218ffbc0a4b44d3cf1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">klubbukusctv</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/04/3-triliun.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3-triliun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Radikalisme Menuju Sufisme</title>
		<link>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/03/19/dari-radikalisme-menuju-sufisme/</link>
		<comments>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/03/19/dari-radikalisme-menuju-sufisme/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 15:37:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klubbukusctv</dc:creator>
				<category><![CDATA[non fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[
Judul: Matinya Semangat Jihad, Catatan Perjalanan Seorang Islamis
Pengarang: Ed Husain
Penerbit: Alvabet
Jumlah Halaman: 389+X
Billy Soemawisastra
Ed Husain, adalah seorang pemuda keturunan India-Bangladesh, yang lahir di London pada penghujung 70-an. Keluarganya tergolong Muslim yang taat. Sejak kecil ia berguru pada seorang ulama Islam tradisional, yang ia anggap kakeknya sendiri. Ulama yang konon masih merupakan keturunan para Habaib dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&blog=3789462&post=196&subd=klubbukufilmsctv&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-197" title="matinya" src="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/03/matinya.jpeg?w=81&#038;h=129" alt="matinya" width="81" height="129" /></p>
<p>Judul: Matinya Semangat Jihad, Catatan Perjalanan Seorang Islamis</p>
<p>Pengarang: Ed Husain</p>
<p>Penerbit: Alvabet</p>
<p>Jumlah Halaman: 389+X</p>
<p>Billy Soemawisastra</p>
<p>Ed Husain, adalah seorang pemuda keturunan India-Bangladesh, yang lahir di London pada penghujung 70-an. Keluarganya tergolong Muslim yang taat. Sejak kecil ia berguru pada seorang ulama Islam tradisional, yang ia anggap kakeknya sendiri. Ulama yang konon masih merupakan keturunan para Habaib dari Yaman. Sebagaimana umumnya anak-anak yang dibesarkan di tengah keluarga Muslim tradisional, Ed Husain, atau Mohamed Mahbub Husain, sejak kecil mendapat pelajaran mengaji Al-Quran, beribadah shalat fardlu dan sunat, diajari untuk selalu taat pada orangtua dan mengembangkan toleransi terhadap umat beragama lainnya.</p>
<p><span id="more-196"></span></p>
<p>Namun memasuki masa remaja, perjalanan keagamaan Ed menjadi tidak sesederhana itu. Ia berkenalan dengan kelompok-kelompok Islamis alias Islam politik, yang fahamnya sama sekali berbeda dengan faham yang diajarkan kakeknya. Bagi kelompok-kelompok Islamis, yang juga sering disebut sebagai Islam garis keras, soal-soal peribadatan atau hamblum-minallah, adalah urusan kesekian. Urusan utama yang harus didahulukan adalah membangun kekuatan politik Islam di negeri mana pun, dengan cita-cita perjuangan: mendirikan sebuah Darul-Islam, atau suatu wilayah di bawah pemerintahan Islam dengan landasan  hukum Islam (tentu saja hukum Islam versi mereka).</p>
<p>Di Mesjid London Timur, tempat para Islamis ini berkiprah, Ed berkenalan dengan faham Islam yang disebarkan Ibnu Abdul Wahhab (Wahhabi), Abul A’la Maududi (Jamaat El-Islami atau Jamaah Al-Islamiyah yang berpusat di Pakistan, namun berbeda dengan Jamaah Al’Islamiyah yang merupakan organisasi teroris yang berbasis di Malaysia). Kemudian Sayid Qutb, Hassan Al-Banna (Ikhwanul Muslimin) dan pada akhirnya Taqi Nabbani, pendiri Hizbut Tahrir, yang mencita-citakan berdirinya Khilafah Islamiyah di seluruh dunia. Ed pun menjadi aktivis Hizbut Tahris.Bukan sekedar aktivis yang ikut-ikutan, melainkan aktivis utama yang cukup diandalkan.</p>
<p>Konflik dengan keluarganya pun tak bisa dihindari. Sejak awal, ayah dan kakeknya menentang keras keterlibatan Ed Husain di kelompok-kelompok Islam gais keras itu. Sewaktu Ed harus memilih antara keluarga dan organisasi, Ed lebih memilih organisasi. Ed pun menjadi akrab dengan semboyan: Allah adalah Tuhan kami. Muhammad adalah pemimpin kami. Al-Quran adalah konstitusi kami. Jihad adalah jalan kami. Mati syahid adalah cita-cita kami.</p>
<p>Lalu sampailah pada suatu hari yang sangat menentukan perjalanan keagamaan Ed Husain. Hari itu, seorang pemuda Kristen asal Nigeria tergeletak tewas di depan kampus, setelah terjadi perselisihan di meja bilyar sehari sebelumnya. Yang membunuhnya adalah Said, seorang anggota Hizbur Tahrir yang biasa membawa pisau. Ed pun tergelegak. Kekerasan, apalagi pembunuhan, bukanlah sesuatu yang ada dalam pikirannya. Bukan itu yang dicita-citakannya. Ed mulai melakukan retrospeksi, dan akhirnya mengambil kesimpulan bahwa apa yang dilakukan kelompok-kelompok Islam garis keras itu, hakikanya sangat jauh dari cita-cita Islam yang sebenarnya. Jauh dari apa yang dicita-citakan Muhammad, yakni sebuah dunia yang damai, penuh keselamatan dan rahmat (kasih) bagi seluruh alam.</p>
<p>Dalam pandangan Ed selanjutnya (setelah ia mengkaji ulang sejarah Islam), ternyata banyak hal keliru yang difahami kelompok-kelompok Islam garis keras itu. Misalnya saja pemakaian jilbab dan hijab di kalangan Muslimah, itu sebenarnya berasal dari budaya masyarakat Kristen di Levant, suatu daerah di wilayah Suriah, yang kemudian ditiru para Muslimah. Lalu kewajiban mengenakan celana dan jubah yang ujungnya harus berada di atas mata kaki, itu berasal dari sebuah cerita di zaman Nabi.</p>
<p>Begini ceritanya. Saat itu, orang-orang kaya dari kalangan Yahudi sangat suka menggunakan gamis (jubah) dari bahan mewah, yang ujungnya menyapu tanah. Penampilan mereka sangat arogan, karena memang pakaian yang mereka kenakan itu dimaksudkan sebagai pamer kekayaan. Lalu Rasulullah Muhammad SAW mengatakan kepada para sahabatnya, ”Jangan tiru kelakuan para Yahudi yang sombong itu. Jangan menggunakan jubah yang ujungnya menggapai tanah seperti mereka. Pakailah jubah yang ujungnya berada di atas mata kaki, supaya kamu tidak sombong.” Lalu Abubakar Shiddiq, sahabat terdekatnya bertanya: ”Jadi, mulai sekarang saya tidak boleh memakai jubah yang ujungnya menggapai tanah?”  Apa jawab Sang Nabi? ”Tidak perlu, karena kamu bukan orang yang sombong.”</p>
<p>Menemukan Sufisme</p>
<p>Setelah menyatakan diri keluar dari Hizbut Tahrir, Ed Husain melakukan perjalanan ke Suriah dan Arab Saudi. Di dunia negeri di kawasan jazirah Arab itu, ia menemukan kontroversi yang sangat kontras. Di Saudi, ia bertemu dengan masyarakat yang hipokrit. Masyarakat yang menerapkan faham Wahhabi sepenuhnya di depan publik, dengan memisahkan secara tegas perempuan dan laki-laki, dan tidak ditemukan seorang perempuan pun yang tidak menggunakan hijab dan jilbab. Tetapi di dalam tenda dan rumah-rumah mereka, mereka berpakaian meniru orang Barat, seraya bergelimang kemewahan. Namun tetap saja mereka membenci Barat dan non-Muslim meskipun gaya hidupnya mereka tiru.</p>
<p>Di Suriah, Ed menemukan masyarakat yang berperilaku sebaliknya. Masyarakat yang sangat toleran, bergaul dengan umat beragama lainnya tanpa hambatan sedikit pun. Bagi Muslimah di Suriah, jilbab bukanlah keharusan, melainkan hanya sekedar mode, karena tak sedikit Muslimah di sana yang tidak menggunakan jilbab. Kehidupan keagamaan mereka tidak ditunjukkan dalam atribut-atribut fisik seperti di Saudi.</p>
<p>Di Suriah pula, Ed Husain mendalami sufisme Jalaluddin Rumi yang penuh dengan ajaran-ajaran spiritual yang universal. Dan, sekembalinya ke London, Ed mulai menjalin kontak dengan Imam Hanson (Syekh Yusuf Hamza Hanson), seorang Sufi besar yang bermukim di Amerika. Bahkan kemudian Ed mengundang sang Imam untuk berceramah di London.<br />
Dari Imam Hanson (dan sebelumnya Jalaluddin Rumi), Ed Husain mendapatkan pelajaran tentang Islam yang pluralis. Sufisme menjadi jawaban pamungkas segala pertanyaan Ed tentang Islam. Dengan kata lain, apa yang diajarkan kakeknya dulu (yang juga seorang sufi) adalah hal yang sebenarnya harus disebarkan Islam ke seluruh dunia, karena wajah Islam yang damai seperti itulah, wajah Islam yang sebenarnya. Ed Husain (yang tentunya sudah bukan pemuda lagi) kini mengajarkan pemikiran Islam moderat di London, untuk membendung ekstremisme yang sudah terlanjur merebak di kota tersebut.</p>
<p>Itulah sekelumit memoar Ed Husain dalam bukunya yang menjadi best seller di Eropa: The Islamist, yang di Indonesia diterjemahkan dengan judul: Matinya Semangat Jihad (Jakarta: Penerbit Alvabet, Juli 2008). Terjemahannya cukup bagus, dengan gaya tutur yang mengalir. Sayangnya, buku ini tidak dilengkapi indeks, yang menjadi salah satu ciri buku bermutu. Saya tidak tahu apakah di buku aslinya juga tidak ada indeks. Yang jelas, di Indonesia, buku ini sepi dari pembicaraan, padahal isinya menentang arus mainstream gerakan Islam politik di Indonesia.</p>
<p>Masukan buat Pemerintah Inggris</p>
<p>Ketika pemerintah kerajaan Inggris memberikan tempat bagi minoritas Muslim untuk berkiprah di London Timur, mereka tampaknya sama sekali tidak mengira bahwa kaum Muslim, yang sebagian besar berasal dari Pakistan, India dan Bangladesh itu, akan berkembang menjadi Muslim garis keras yang lambat laun akan mengganggu stabilitas politik di negeri tersebut.</p>
<p>Ada kesan, pemerintah Inggris menganggap remeh kehadiran masyarakat Muslim di London Timur, karena secara populasi memang sangat sedikit. Mereka diberi kebebasan menjalankan kegiatan-kegiatan keagamaannya dengan fasilitas yang cukup lengkap, tetapi dengan tujuan melokalisir kegiatan mereka. Pemerintah Ingris tampaknya kurang menyadari bahwa dari kawasan London Timur itulah, gerakan Hizbut Tahrir Internasional dikendalikan dan menyebar ke seluruh dunia.</p>
<p>Hizbut Tahrir, walau bagaimana pun, adalah organisasi politik Islam yang tidak mengakui eksistensi negara, karena mereka mencita-citakan suatu pemerintahan Islam Internasional alias Khilafah Islamiyah. Dengan kata lain, mereka juga mencita-citakan lenyapnya kerajaan Inggris pada suatu ketika nanti, sementara mereka menyusun perjuangannya dengan fasilitas yang diberikan kerajaan.</p>
<p>Buku memoar karya Ed Husain ini tentunya menjadi bahan masukan yang sangat berharga  tidak hanya bagi pemerintah Inggris, tetapi juga bagi pemerintahan-pemerintahan di belahan dunia lainnya, yang memberikan tempat berkiprah bagi gerakan Hizbut Tahrir. Yang paling harus waspada adalah pemerintah Indonesia, karena organisasi ciptaan Taki Nabbani ini, tumbuh subur di negeri ini.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&blog=3789462&post=196&subd=klubbukufilmsctv&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/03/19/dari-radikalisme-menuju-sufisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/111c4e1526ec0e218ffbc0a4b44d3cf1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">klubbukusctv</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/03/matinya.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">matinya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>