
Miko Toro
Sebetulnya, Lost Symbol tidak masuk dalam daftar buku, yang akan saya baca dalam waktu dekat. Tapi, seorang wanita yang telah mencuri hati saya tiba-tiba memberi tahu, “Mungkin kamu tertarik dengan Lost Symbol. Ada unsur ilmiah bercampur mistis di dalamnya…”
Oh ya?
Terlepas dari ketertarikan saya pada si pemberi rekomendasi, saya memang suka hal-hal berbau mistis ilmiah. Bagi saya, hal-hal itu adalah final frontier. Harus dijelajahi. Jadi, saya langsung beli buku itu.
Jalan cerita Lost Symbol, tentu tidak akan saya ceritakan disini, agar kenikmatan Anda membaca nantinya, tidak berkurang. Hanya, sebagai perkenalan akan isinya: Lost Symbol tidak jauh beda dengan karya-karya Dan Brown sebelumnya. Penuh ketegangan. Diselang-seling aneka kejutan. Khusus Lost Symbol, itu semua bercampur dengan berbagai informasi menarik tentang sejarah Amerika Serikat, kota Washington DC, organisasi setengah rahasia Freemasonry dan Noetic Sciences…
Jihad tak harus selalu diurus dengan muka serius dan urat tegang. Dia bisa lucu dan jenaka karena bagi mereka : jihad adalah juga wisata umat, yang di dalamnya, terkadang, ada banyak pernikahan.
Perempuan ini melihat moralitas berlebihan, bahkan sampai ke soal bahasa. Karena itu, novelnya ingin mendobrak tiga hal: seks, kegilaan, dan agama.


Meicky Shoreamanis Panggabean terbilang beruntung. Kakaknya, Ezki Suyanto, dan ibunya, Ade Roslina Sitompul, akrab dengan Munir, sang pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) yang tewas diracun itu. Ketika Meicky mengutarakan niat untuk membuat buku tentangnya via Ezki, Munir langsung setuju. Padahal, Munir tahu, Meicky adalah seorang penulis pemula. Selain itu, Meicky tahu, sebelumnya Munir pernah menolak dengan halus permintaan wawancara untuk bahan penulisan sebuah buku tentangnya. Ia memang mengenal Munir secara pribadi, tapi tak sedekat kakak atau ibunya.
Kearifan Pelacur
Ujian terbesar bagi profesi jurnalis adalah tatkala ia bertugas