<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Klub Buku dan Film SCTV</title>
	<atom:link href="http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com</link>
	<description>I have always imagined that Paradise will be a kind of Library (Jorge Luis Borges)</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 16:50:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='klubbukufilmsctv.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Klub Buku dan Film SCTV</title>
		<link>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/osd.xml" title="Klub Buku dan Film SCTV" />
	<atom:link rel='hub' href='http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Balibo</title>
		<link>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/12/21/balibo/</link>
		<comments>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/12/21/balibo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 09:09:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klubbukusctv</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[Ini  film versi Australia ihwal tewasnya 5 orang wartawan mereka di Balibo, Timor Leste. Kelima wartawan ini adalah reporter Greg Sachkleton, kamerawan Gary Cunningham dan penata suara Tony Stewart, mereka bekerja untuk Channel  7 yang berkedudukan di Melbourne. Sedangkan 2  wartawan lainnya  adalah reporter Malcolm Rennie dan kamerawan  Brian Peters yang berkerja untuk stasion Channel [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=261&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini  film versi Australia ihwal tewasnya 5 orang wartawan mereka di Balibo, Timor Leste. Kelima wartawan ini adalah reporter Greg Sachkleton, kamerawan Gary Cunningham dan penata suara Tony Stewart, mereka bekerja untuk Channel  7 yang berkedudukan di Melbourne. Sedangkan 2  wartawan lainnya  adalah reporter Malcolm Rennie dan kamerawan  Brian Peters yang berkerja untuk stasion Channel 9. Kedua TV ini adalah Televisi swasta di Australia yang bersaing dalam hal pemberitaan. Sebelum mereka masuk  Di film ini sempat juga di singung adanya wartawan dari ABC ( stasion milik pemerintah Australia ) yang sempat berada di Dili.</p>
<p>Film ini mengambil angel cerita Juliana, anak seorang pengurus Hotel Tourismo tempat para wartawan menginap.  Juliana menceritakan  Roger East seorang wartawan senior Australia. Roger masuk ke Timor Leste setelah dibujuk oleh Jose Ramos Horta, Menteri Luar Negeri  Republik Demokratik Timor Leste. Awalnya Roger di minta untuk  menyuarakan  nasib rakyat Timor Leste  ke dunia internasional.  Tapi kemudian pertemuan kedua orang ini di Darwin pada bulan Desember 1975 juga menghasilkan kesepakatan  mencari 5 orang wartawan  yang hilang pada bulan Oktober 1975.<span id="more-261"></span></p>
<p>Roger  memulai investigasinya dari hotel Tourismo, tempat di para wartawan itu mengingat saat pertama mereka menjejekan kaki di Timor Leste. Di sinilah awal pertemuan Roger East dan Juliana.  Dari Hotel ini, mereka menuju ke Maubara untuk mencari tahu keberadaan para wartawan muda itu. Di Maubara, Horta mempertemukan Roger sempat bertemu dengan Ximenes (<em>catatan: penulis menduga ini adalah David Ximenes yang kemudian menjadi Pemimpin CNRT  setelah Xanana Gusmao tertangkap – CNRT adalah Conselho Nacional da Resistencia Timorense atau Congress for the Reconstruction of East Timor &#8211; </em>) Ximenes lah  yang menjadi supir dan penunjuk jalan bagi para wartawan ini.</p>
<p>Ximenes mengaku membawa para reporter ini ke sebuah tempat di wilayah Bobonaro yang kemudian diketahui sebagai desa  Balibo. Mereka mendatangi Balibo karena yakin bahwa dari tempat inilah pasukan Indonesia akan masuk ke Timor Leste.  Dalam perjalanan ke Balibo, di ceritakan  perjalanan para wartawan bertemu dengan penduduk, sekolah misi hingga ikut dalam operasi patrol dengan  pasukan Falintil.</p>
<p>Pada Bulan Desember 1975, Balibo menjadi tempat yang sulit untuk dikunjungi. Setelah sampai di Maubara,  East memaksa Horta untuk mengantarnya ke Balibo, tempat di mana diyakini para wartawan itu melakukan peliputan terakhir mereka. Diperjalanan, East sempat bertemu dengan Sabika, yang tengah menginterogasi seorang Timor yang diduga menjadi kaki tangan Indonesia. Dari mulut orang ini muncul informasi   tentang keberadaan  terakhir ke 5 jurnalis.  (<em>catatan: Sabika nantinya menjadi salah satu komandan tempur Falintil bersama Lere Anantimur, Taur Matan Ruak – kini berpangkat Brigadir Jendral menjadi Panglima Angkatan Bersenjata Timor Leste – Falur Rate Laik dan Ular Ryhnyk </em>. <em>Mereka membagi Timor Lest ke 4 Region. Pemimpin Falintil ini sendiri adalah Xanana Gusmao, dan kemudian digantikan oleh Taur Matan Ruak saat Xanana di penjara di Jakarta</em> )</p>
<p>Para Jurnalis ini tinggal di sebuah rumah kampung, yang mereka sebut “ Kedutaan Besar Australia. “ Di rumah ini mereka mengambar bendera Australia pada sebuah dindingnya.  Tapi rakyat setempat menyebut rumah ini  nama rumah Cina. Beberapa hari mereka di sini mereka menanti  saat terjadinya serbuan darat dari pihak Indonesia.  Penantian itu akhirnya berbuah hasil, saat subuh serangan itu terjadi. Mereka memburu gambar ke medan paling depan, saat semua orang, termasuk tentara Falintil melarikan diri. Di garis depan,  ada soal teknis, di mana kamera harus menunggu beberapa saat agar memperoleh cahaya  matahari. Kelambatan mereka menunggu moment inilah yang mengakibatkan mereka  terkepung ( versi Indonesia – terjebak ) dalam pertempuran.  Merekapun berlarian kembali menuju rumah  “ Kedutaan Besar  Australia itu “ , rumah yang kemudian sempat di kunjungi Roger East.</p>
<p>East pulang dari Bolibo kembali ke Dili dengan perjalanan yang mendebarkan. Ia mulai menyuarakan apa yang terjadi di Timor Leste termasuk nasib ke 5 wartawan ini. Roger  pantas kecewa karena saat itu pemerintah Australia tidak memberikan perhatian pada nasib para wartawan mereka .  Di Dili Roger kembali bertemu dengan Horta.  Horta memperkirakan Dili akan segera jatuh dan sempat meminta agar Roger  meninggalkan Timor Leste bersamanya, tapi hal ini di tolak Roger“ tidak ada seorang pun yang akan melaporkan kondisi di Timor Leste jika aku pergi “  jiwa kewarawannya yang tinggi inilah yang kemudian harus dibayarnya dengan harga mahal. Tak terlalu Horta pergi , pasukan Indonesia diterjukan ke Dili dan pasukan darat masuk ke jantung kota, tempat hotel Tourismo berada.</p>
<p>Roger East di yakini sebagai wartawan pertama yang memberitakan masuknya pasukan Indonesia ke Dili. Saat memberikan laporan inilah tentara membawanya keluar ruangan.  Julianalah yang menyaksikan dibawa  keluarnya  Roger East dari dalam hotel menuju ke pelabuan Dili. Apa yang di saksikan Juliana  24 tahun lalu ini  kemudian di jadikan testimonti pda  Komisi  Penerimaan, Kebenaran dan Rekonsiliasi . Komisi ini bekerja  beberapa bulan setelah hasil referendum  bulan Agustus 1999 memutuskan rakyat Timor Leste keluar dari NKRI.</p>
<p>Ini adalah film dengan versi Australia.  Pengarapannya sutradara Bob Conolly  cukup baik, ada lagu tradisional Timor Leste dan beberapa intercut gambar pemandangan Timor Leste yang cukup menarik.  Tapi  apakah memang ke lima wartawan ini mati dengan cara seperti yang ada pada film itu, serta apakah benar adanya pembantaian besar-besaran di Pelabuhan di kota Dili ?</p>
<p>Masalah ini tidak terselesaikan  selama 34 tahun, pemerintah Indonesia berdalih mereka tewas karena terjebak dalam peperangan. Tapi tidak adanya informasi yang terbuka menyebabkan masalah ini  selalu menjadi ingatan para jurnalis di Australia. Belum lagi janda Greg Shackleton, Sirley  menjadi pendukung yang vocal bagi <em>East Timor’s fight for Independence</em>.  Bukan hanya Sirley tapi sejumlah keluarga dari para wartawan ini aktif menuntuk keadilan atas persitiwa ini. Selain pihak keluarga, ada banyak saksi mata warga Timor Leste yang menjadi saksi kejadian ini.</p>
<p>Seharusnya masalah ini berani dibuka oleh Indonesia &#8211; Australia, demi kepentingan nasional kedua Negara .  Munkin tokoh Juliana tidak pernah tertulis dalam sejarah Timor Leste,  tapi ada ribuan orang seperti  Juliana yang bisa bercerita bagaimana pasukan Indonesia masuk ke Timor Leste dan mendudukinya selama 24 tahun. Selan itu  jika masalah ini tidak terselesaikan, maka hubungan kedua Negara akan terus mengalami ketegangan akibat pemberitaan yang dibuat oleh Pers Australia. Contohnya di era Soeharto ada Tulisan David Jenkins di <em>Sydney Morning Herald</em> soal harta kekayaannya dan di blow upnya Insiden Dili tahun 1991. Dan contoh paling kongkrit  9 September lalu,  Polisi Federal Australia mengumumkan penyidikan atas adanya dugaan  kejahatan perang atas tewasnya ke 5 wartawan Australia di Balibo. Ini kemudian semankin seru dengan peluncuran film <em>Balibo Five</em>, yang resminya dilarang beredar di Indonesia.</p>
<p>(<strong><em>Raymond Kaya, Kepala Peliputan Liputan 6 SCTV,  menjadi reporter  saat Jajak Pendapat di Timor Timur Agustus – September 1999</em></strong> )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/261/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/261/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/261/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=261&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/12/21/balibo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/111c4e1526ec0e218ffbc0a4b44d3cf1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">klubbukusctv</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Lost Symbol</title>
		<link>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/10/09/the-lost-symbol/</link>
		<comments>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/10/09/the-lost-symbol/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 06:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klubbukusctv</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Miko Toro Sebetulnya, Lost Symbol tidak masuk dalam daftar buku, yang akan saya baca dalam waktu dekat. Tapi, seorang wanita yang telah mencuri hati saya tiba-tiba memberi tahu, “Mungkin kamu tertarik dengan Lost Symbol. Ada unsur ilmiah bercampur mistis di dalamnya&#8230;” Oh ya? Terlepas dari ketertarikan saya pada si pemberi rekomendasi, saya memang suka hal-hal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=256&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-258" title="symbol" src="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/10/symbol1.jpg?w=450" alt="symbol"   /></p>
<p>Miko Toro</p>
<p>Sebetulnya, Lost Symbol tidak masuk dalam daftar buku, yang akan saya baca dalam waktu dekat. Tapi, seorang wanita yang telah mencuri hati saya tiba-tiba memberi tahu, “Mungkin kamu tertarik dengan Lost Symbol. Ada unsur ilmiah bercampur mistis di dalamnya&#8230;”</p>
<p>Oh ya?</p>
<p>Terlepas dari ketertarikan saya pada si pemberi rekomendasi, saya memang suka hal-hal berbau mistis ilmiah. Bagi saya, hal-hal itu adalah <em>final frontier</em>. Harus dijelajahi. Jadi, saya langsung beli buku itu.</p>
<p>Jalan cerita Lost Symbol, tentu tidak akan saya ceritakan disini, agar kenikmatan Anda membaca nantinya, tidak berkurang. Hanya, sebagai perkenalan akan isinya: Lost Symbol tidak jauh beda dengan karya-karya Dan Brown sebelumnya. Penuh ketegangan. Diselang-seling aneka kejutan. Khusus Lost Symbol, itu semua bercampur dengan berbagai informasi menarik tentang sejarah Amerika Serikat, kota Washington DC, organisasi setengah rahasia <em>Freemasonry</em> dan <em>Noetic</em> <em>Sciences</em>&#8230;</p>
<p><span id="more-256"></span></p>
<p>Seperti dalam Da Vinci Code, Profesor Robert Langdon berada dalam tekanan, untuk terus memecahkan kode demi kode. Kode-kode itu, diciptakan untuk melindungi sebuah rahasia maha penting. Dan menjelang akhir cerita, Robert Langdon tenggelam&#8230; Oops, maaf. Tapi percayalah, masih banyak kejutan lain menanti Anda.</p>
<p>Seni Dan Brown bercerita, bagi saya, mengesankan. Seperti biasa, Dan Brown menyertakan keterangan tentang keaslian sumber-sumber dan <em>setting</em>-nya, “&#8230;<em>all organizations in this novel exist, including the Freemasons, the Invisible College, the Office of Security, the SMSC, and the Institute of Noetic Sciences. All rituals, science, artwork, and monuments in this novel are real</em>&#8230;”</p>
<p>Bagi saya, ini seperti janji, mimpi indah bisa jadi adalah kenyataan! Dan memang, sulit untuk berhenti membaca buku ini. Kita terus dihela, untuk membuka halaman demi halaman. Tidak mengherankan, begitu diedarkan pertengahan September 2009, The Lost Symbol langsung bertengger di puncak <em>New York Times Best Seller List</em>, untuk kategori buku fiksi <em>hardcover</em>. Di hari pertama saja, terjual satu juta <em>copy</em>. Ini salah satu penjualan novel tercepat sepanjang sejarah. Hanya kalah dari serial Harry Potter.</p>
<p>Beberapa plot dalam Lost Symbol, bagaimanapun, bisa ditebak. Seperti, identitas si sadis Mal’akh&#8230; Tapi sebagian besar plot, bagi saya, memang cerdik. Misalnya, cara Robert Langdon dan ilmuwan Katherine Solomon lolos dari kejaran CIA, saat menumpang taksi.</p>
<p>Beberapa tindakan tokoh dalam lakon ini, memang bisa dipertanyakan. Dalam arti, tidak logis dibandingkan dengan bangunan ceritanya. Misalnya, upaya Mal’akh menghancurkan hasil riset Katherine Solomon (berhasil tidaknya, silakan Anda temukan sendiri&#8230;). Meskipun demikian, secara keseluruhan, langkah-langkah tiap tokoh terasa logis. Tiap adegan, terasa masuk akal.</p>
<p>Dan Brown tampak suka mengadopsi teori-teori <em>non</em> <em>mainstream</em>, sebagai dasar cerita buku-bukunya. Pada Da Vinci Code, dia mengutip teori kontroversial tentang sejarah gereja. Untuk Lost Symbol, dia mengutip <em>noetic sciences</em>.</p>
<p>Banyak ilmuwan terpandang, termasuk pemenang Nobel Fisika Brian Josephson mengakui, penelitian di bidang <em>noetic</em> telah sesuai dengan kaidah ilmiah paling ketat. Hasil-hasil penelitian <em>noetic sciences</em>, harus diakui sebagai fakta ilmiah. Meskipun begitu, sejauh ini, <em>noetic </em>belum dianggap sebagai bagian dari arus utama ilmu pengetahuan alam.</p>
<p><em>Institute of Noetic Sciences</em> didirikan tahun 1973, oleh mantan antariksawan Edgar Mitchell. Mitchell adalah orang keenam yang menginjakkan kaki di bulan. Saat melihat bumi dari ruang angkasa, Mitchell mengaku mengalami semacam pencerahan. Dia merasa, kesadaran manusia hadir di bumi bukan sebagai kebetulan. Mitchell yakin, ada kekuatan tersembunyi dalam kesadaran.</p>
<p><em>Noetic</em> sendiri berasal dari kata Yunani <em>nous</em>, yang berarti pikiran. Institut <em>Noetic</em> didedikasikan untuk meneliti kekuatan kesadaran manusia. Bidang penelitian <em>noetic sciences</em>, masuk dalam cabang ilmu parapsikologi (walau istilah parapsikologi tidak disebut-sebut dalam Lost Symbol).</p>
<p>Anehnya, tafsir Brown tentang <em>noetic</em>, tampak agak beda dengan pandangan para ilmuwan <em>noetic</em> sendiri. Baik dalam istilah, maupun dalam konsep dasar.</p>
<p>Misalnya, Lost Symbol sempat menyebut proyek Stargate. Memang, badan intelijen Amerika Serikat, CIA, pernah melaksanakan proyek ESP (<em>ExtraSensory</em> <em>Perception</em>, alias indra ke enam) dengan kode Stargate. Dalam proyek itu, cenayang (orang dengan kemampuan paranormal) CIA terbukti berhasil menerapkan <em>remote</em> <em>viewing</em> (pengindraan jarak jauh) terhadap beberapa instalasi strategis di Uni Soviet (kala itu).</p>
<p>Brown menyamakan <em>remote viewing</em> dengan <em>Out of Body Experience </em>(OBE). Padahal di kalangan ilmuwan parapsikologi, <em>remote</em> <em>viewing</em> dibedakan dari OBE. Dalam <em>remote</em> <em>viewing</em>, sang cenayang mampu melihat objek, di tempat jauh, dengan tetap berada <strong><em>didalam</em></strong> tubuh fisiknya sendiri. Sementara pada OBE, sang cenayang merasa inti kesadarannya (bisa dianggap sebagai jiwa) berada <strong><em>diluar</em></strong><em> </em>tubuh fisiknya.</p>
<p>Dalam Lost Symbol, Brown bercerita, untuk bisa melaksanakan percobaan-percobaan di bidang <em>noetic</em>, laboratorium milik Katherine Solomon diletakkan di tempat terpencil. Antara lain, agar terisolasi dalam ruang.</p>
<p>Dilain pihak, para peneliti parapsikologi telah sampai pada kesimpulan, transfer informasi yang terjadi pada para cenayang, seperti dalam telepati (pertukaran informasi antar pikiran), tidak terpengaruh oleh jarak. Juga tidak bisa diisolasi, dengan bahan apapun yang sudah dikenal.</p>
<p>Juga diceritakan, Katherine Solomon menghasilkan terobosan di bidang <em>noetic</em>, dengan menemukan berat ‘jiwa’ manusia. Katherine menghasilkan temuan itu, setelah menempatkan pasien menjelang ajal, diatas timbangan super sensitif. Pada detik pasien itu meninggal dunia, berat pasien tampak berkurang. Selisih berat itu, dianggap sebagai berat jiwa yang meninggalkan tubuh.</p>
<p>Di dunia parapsikologi, ide mengukur berat ‘jiwa’, sebetulnya sama sekali bukan ide baru. Ide awal tentang itu, setidaknya telah dimulai tahun 1600-an oleh dokter Italia bernama Sanctorius. Lalu di tahun 1901, dokter bedah Amerika Duncan Macdougall mengaku mencatat selisih berat manusia, saat hidup dan saat mati, sebesar 21 gram (yang kemudian jadi inspirasi film Hollywood 21 Grams&#8230;). Tapi, hasil Macdougall tidak pernah diakui kalangan ilmiah, karena tata cara pengukurannya meragukan, dan hasilnya tidak pernah bisa diulang.</p>
<p>Sejumlah peneliti serius di bidang ini menyebutkan, bisa saja pengurangan massa (berat) itu sangat kecil. Itu berarti, para peneliti harus menggunakan alat ukur yang sepenuhnya mengisolasi tubuh manusia dari pertukaran energi dalam bentuk apapun (karena massa setara dengan energi). Yang jelas, itu tidak bisa dilaksanakan dengan timbangan sederhana, seperti yang dilakukan oleh Katherine Solomon.</p>
<p>Selain itu, ide mengukur berat jiwa sebenarnya bertentangan dengan asumsi dasar <em>noetic</em>, atau asumsi dasar parapsikologi modern. Para peneliti parapsikologi berpandangan, kesadaran (jiwa) bukanlah besaran fisik. Alam fisik semata, tidak bisa mewadahi aneka fenomena kesadaran. Konsep materialisme, bahwa segala hal terbentuk dari benda fisik, tidak bisa diterima.</p>
<p>Contohnya, materialisme tidak bisa menjelaskan peristiwa OBE. Karena OBE menunjukkan, kesadaran manusia bisa tetap ada, terlepas dari otak, terlepas dari tubuh fisik. Tubuh fisik, bukanlah syarat mutlak hadirnya kesadaran. Kesadaran, tampak lebih perkasa daripada materi. <em>Mind</em> <em>over</em> <em>matter</em>.</p>
<p>Lost Symbol juga menceritakan, anggota Freemasonry siap mengorbankan segalanya, demi melindungi sebuah rahasia maha penting. Suatu <em>ancient mysteries. </em>Konon rahasia ini bisa mengubah&#8230;</p>
<p>Baiklah, saya serahkan penilaian tentang rahasia itu, pada Anda. Jangan khawatir, sekilas cerita tentang <em>noetic</em> diatas, tidak akan mengganggu kejutan-kejutan untuk Anda.</p>
<p>Akhir kata, Lost Symbol sungguh asyik dibaca. Menyenangkan, dan memberi sudut pandang baru tentang sejumlah hal. Saya merasa, dari skala lima bintang, Lost Symbol cocok meraih empat bintang.</p>
<p>Bagaimanapun, penilaian tentang karya ini bisa sangat bervariasi. Lost Symbol bisa disukai, atau tidak disukai, melalui beragam cara. Seperti kata wanita manis pecinta Washington DC, yang merekomendasikan buku ini pada saya, “I like it mostly because of its mystification of Washington DC&#8230;”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=256&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/10/09/the-lost-symbol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/111c4e1526ec0e218ffbc0a4b44d3cf1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">klubbukusctv</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/10/symbol1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">symbol</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bom untuk AS Memang Sah</title>
		<link>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/09/13/bom-untuk-as-memang-sah/</link>
		<comments>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/09/13/bom-untuk-as-memang-sah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 07:26:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klubbukusctv</dc:creator>
				<category><![CDATA[non fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/09/13/bom-untuk-as-memang-sah/</guid>
		<description><![CDATA[Miko Toro “Jihad, adalah amalan dengan martabat tertinggi dalam Islam. Lebih tinggi daripada salat dan puasa,” kata Muhammad Iqbal alias Abu Muhammad Jibriel, di Kantor SCTV, Rabu (9/9) silam. Akhir-akhir ini, nama Abu Jibriel sering disebut media massa Indonesia. Maklum, Putra Abu Jibriel, Muhammad Jibriel Abdulrahman alias Muhammad Ricky Ardan, ditetapkan polisi sebagai tersangka teroris, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=246&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-251" style="margin:2px;" title="klubbuku" src="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/09/klubbuku.jpg?w=450" alt="klubbuku"   /> Miko Toro</p>
<p>“Jihad, adalah amalan dengan martabat tertinggi dalam Islam. Lebih tinggi daripada salat dan puasa,” kata Muhammad Iqbal alias Abu Muhammad Jibriel, di Kantor <em>SCTV</em>, Rabu (9/9) silam.</p>
<p>Akhir-akhir ini, nama Abu Jibriel sering disebut media massa Indonesia. Maklum, Putra Abu Jibriel, Muhammad Jibriel Abdulrahman alias Muhammad Ricky Ardan, ditetapkan polisi sebagai tersangka teroris, terkait pengeboman Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton pada 17 Juli 2009.</p>
<p>Abu Jibriel datang ke Kantor SCTV untuk <em>ngobrol </em>atas undangan Klub Buku dan Film SCTV. Rombongan Abu Jibriel disambut jajaran Redaksi Liputan 6. Sambil mengutarakan pandangannya tentang jihad, Abu Jibriel membagikan buku karyanya berjudul <em>Syubhat-Syubhat</em> (Kerancuan) <em>Seputar Jihad</em>.</p>
<p>Abu Jibriel menegaskan, penegakan Islam tidak bisa lepas dari jihad. Pelaku jihad telah dijanjikan pahala besar berlipat ganda, dan dijamin masuk surga.</p>
<p>Abu Jibriel menilai, ada konspirasi internasional yang dipimpin Amerika Serikat untuk menghancurkan Islam, termasuk Islam di Indonesia. AS dan sekutunya adalah teroris yang sesungguhnya. AS memerangi Islam dengan berbagai cara, termasuk dengan menyebarkan fitnah bahwa jihad itu buruk.</p>
<p>Bagi Abu Jibriel, suatu jihad, apapun bentuknya, tidak mungkin buruk. Karena jihad adalah jalan Islam.</p>
<p><span id="more-246"></span></p>
<p>Sebagian dari diskusi berlangsung sebagai berikut:</p>
<p>Awak redaksi, Ariyo Ardi bertanya, “Apakah aksi-aksi Noordin M. Top juga suatu bentuk jihad?”</p>
<p>Abu Jibriel menjawab. AS telah menjadikan seluruh bumi ajang perang terhadap umat Islam. Jadi, jihad dengan sasaran AS bisa dibenarkan, bahkan wajib.</p>
<p>“Bagaimana bila sasarannya memang AS, tapi korban-korbannya adalah warga sipil? Bahkan, sebagian besar di antaranya beragama Islam?” tanya Iskandar Siahaan.</p>
<p>Dalam Alquran, menurut Abu Jibriel, memang ada perintah berjihad di medan perang. Selama sasaran jihad itu musuh Islam, seperti AS, jihad dibolehkan. Tapi, tentang dampak serangan itu, Abu Jibriel mengaku berbeda pendapat dengan Noordin. Bahkan bila suatu saat bertemu Noordin, dan seandainya benar Noordin berada di balik berbagai aksi pengeboman di Indonesia, Abu Jibriel mengatakan akan minta Noordin tidak meneruskan aksi-aksi itu.</p>
<p>Saya bertanya, “Apakah jihad terbaik memang harus dalam bentuk perang fisik?”</p>
<p>Menurut Abu Jibriel, sebetulnya ada 13 jenis jihad. Mulai dari jihad melawan nafsu diri sendiri, hingga jihad memerangi orang kafir. Tapi yang paling utama, memang melawan musuh Islam, secara fisik.</p>
<p>Bagi Abu Jibriel, hanya aturan Allah—dalam hal ini Islam—yang berhak berlaku di muka bumi. Penghalang berlakunya aturan itu, harus diperangi.</p>
<p>Iskandar Siahaan melanjutkan, “Bukankah ada ayat yang menegaskan bahwa tidak ada paksaan dalam Islam?”</p>
<p>Abu Jibriel mengakui ayat itu. Penjelasannya, ada tahapan yang harus dilalui, sebelum sampai pada keputusan perang. Tahap pertama, adalah ajakan untuk tunduk pada Islam. Penolakan, harus dibayar dengan upeti. Tapi halangan untuk menerapkan syariat Islam, harus dijawab dengan perang.</p>
<p>Dan siapakah yang harus menentukan, apakah sudah ada halangan untuk Islam? Ini memang belum sempat dibahas dalam diskusi. Tapi Abu Jibriel menyatakan bisa menerima tafsiran bahwa seluruh muka bumi adalah medan perang jihad.</p>
<p>Moh. Samsul Arifin bertanya, “Apakah organisasi Jamaah Islamiyah memang punya dasar untuk melancarkan aksi bom?”</p>
<p>Abu Jibriel menegaskan, istilah Jamaah Islamiyah sebetulnya hanyalah rekaan peneliti masalah terorisme Sidney Jones. Tapi tentang aksi bom itu sendiri, bagi Abu Jibriel, memang sah-sah saja. Pengeboman, adalah salah satu cara berperang.</p>
<p>Saya bertanya, “Mungkinkah ada kebenaran di luar apa yang Anda yakini?” Saya mengilustrasikan sosok Nasir Abbas, mantan Ketua Mantiqi III Jamaah Islamiyah sekarang lebih sering membantu polisi Indonesia, melawan aksi-aksi mantan rekan-rekannya. Nasir Abbas akhirnya beranggapan, jihad harus dilakukan dengan dakwah, bukan dengan kekerasan.</p>
<p>Bagi Abu Jibriel, rupanya kebenaran di luar pemahamannya sama sekali tidak mungkin. Dalam pandangan Abu Jibriel, Nasir Abbas sudah rusak. Orang seperti Nasir Abbas, tidak mungkin jujur. “Dapat wangsit dari mana dia?” tukas Abu Jibriel tentang pandangan Nasir Abbas.</p>
<p>Sebelum acara diskusi ditutup saya sempat bertanya, “Apakah Anda setuju pembentukan negara Islam di wilayah Indonesia?”</p>
<p>Menurut Abu Jibriel, sebutan ‘Negara Islam’ tidak terlalu penting. Yang utama adalah penerapan syariat Islam. Hal itu, memang wajib diperjuangkan. Dan Indonesia, jelas-jelas tidak menerapkan syariat Islam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=246&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/09/13/bom-untuk-as-memang-sah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>114</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/111c4e1526ec0e218ffbc0a4b44d3cf1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">klubbukusctv</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/09/klubbuku.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">klubbuku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Al Chaidar:  “Ini Bukan Pengajian Biasa, Tapi Korporasi Jihad yang Mencengangkan”</title>
		<link>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/08/28/al-chaidar-%e2%80%9cini-bukan-pengajian-biasa-tapi-korporasi-jihad-yang-mencengangkan%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/08/28/al-chaidar-%e2%80%9cini-bukan-pengajian-biasa-tapi-korporasi-jihad-yang-mencengangkan%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2009 08:58:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klubbukusctv</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Jihad tak harus selalu diurus dengan  muka serius dan urat tegang.  Dia bisa lucu dan jenaka karena bagi mereka : jihad adalah juga wisata umat, yang di dalamnya, terkadang, ada banyak pernikahan. Dua belas tahun lalu, Al Chaidar sedang menyiapkan tesis akhirnya di Jurusan Antropologi. Dosennya, Profesor Parsudi Suparlan Almarhum, waktu itu meminta tiap mahasiswanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=242&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-244" title="Cover_NII_Antara Fitnah dan Realita" src="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/08/cover_nii_antara-fitnah-dan-realita.jpg?w=100&#038;h=150" alt="Cover_NII_Antara Fitnah dan Realita" width="100" height="150" />Jihad tak harus selalu diurus dengan  muka serius dan urat tegang.  Dia bisa lucu dan jenaka karena bagi mereka : jihad adalah juga wisata umat, yang di dalamnya, terkadang, ada banyak pernikahan.</em></p>
<p><em></em>Dua belas tahun lalu, Al Chaidar sedang menyiapkan tesis akhirnya di Jurusan Antropologi. Dosennya, Profesor Parsudi Suparlan Almarhum, waktu itu meminta tiap mahasiswanya meneliti suku terasing.  Sebagai orang Aceh, Chaidar berpikir meneliti suku sendiri, yang kemudian urung karena melihat Aceh sudah sangat kosmopolit.</p>
<p>Dalam pencariannya, Chaidar bertemu dengan sebuah kelompok kecil di Musholla Fisip UI, yang belakangan dikenal adalah bagian dari kelompok Darul Islam.   Kelompok tersebut dikenal inferior. Beberapa temannya sempat mengingatkannya agar tidak berteman apalagi mengikuti kegiatan kelompok tersebut.  Tapi, penelitian mengharuskannya terlibat jauh.  “Ini kelompok DI/NII, saya berkenalan dengan mereka dan sempat ikut ke Afghanistan dan Mindanao untuk menulis dan meneliti.”</p>
<p>Yang terkejut dengan hasil penelitiannya adalah Profesor Parsudi. “Mereka akan jadi teroris,” kata Parsudi waktu itu. Konsep dan pemikiran kelompok tersebut tentang negara, target dan cara mereka mencapai tujuan itu, menjadi patokan kesimpulan itu.  Mereka bukan sekadar gerakan tapi sebuah aktifivitas radikal.  Yang paling mengejutkan adalah mereka begitu mudahnya menilai nyawa mereka dan juga “lawan”nya sebagai sesuatu yang murah.<span id="more-242"></span></p>
<p>Tapi Chaidar belum percaya.  “Ilmu saya belum cukup untuk menafsirkan seperti dia,” katanya. Baginya, menjadi teroris adalah sebuah keniscayaan.  Apalagi, kelompok ini punya pengalaman pahit di masa orde baru. Mereka pernah trauma, dikejar-kejar aparat pemerintah karena terlibat kasus Usro tahun 1982, masa dimana ketika mereka secara door to door mengajak dan merekrut orang menjadi anggota Darul Islam, yang membuat mereka harus lari ke Malaysia, Lampung, dan juga ke Jawa Timur.</p>
<p>Apa yang diramalkan Almarhum Parsudi pada akhirnya benar : kelompok ini menunjukkan wajah aslinya, menjadi pusat teroris, yang menjadi biang berbagai bom bunuh diri di Indonesia, dalam beberapa tahun belakangan ini.  “Saya tidak menduga kelompok yang saya teliti adalah pusat bom bunuh diri dan fokusnya akan sedemikian besar,” kata Chaidar yang sejak tahun 2000 terkena insomnia, dia baru bisa tidur jam enam atau tujuh pagi.</p>
<p>Dia masih saja berpikir, gerakan mereka hanya hit and run, pukul dan lari, bukan orang yang berani kehilangan nyawa seperti kata sang professor. Dia juga masih berpikir, mereka sudah sangat kapok dengan Kelompok Usro.  Sebaliknya, mereka mengalami re-radikalisasi di Afghanistan tahun 1983-1985.</p>
<p>Satu per satu akhirnya terbuka.  Chaidar misalnya baru tahu kalau teman mengobrolnya selama di Malaysia, Abu Umar, adalah Imam Samudera, buronan paling dicari polisi karena kasus beberapa pemboman.  “Saya lihat wajahnya di televisi, saya  bilang, loh itukan  Abu Umar,” kenangnya.</p>
<p>Dia juga baru tahu belakangan kalau Ustad Hambali, yang kini di tahan di Amerika adalah orang yang pernah menemaninya mencari rokok di Kuala Lumpur, pada sebuah malam sampai menjelang subuh. Tiap kali ke Malaysia, dosen di sebuah universitas di Aceh ini menginap di rumah Imam Samudera atau Ustad Yunus, anggota dari Faksi Ajengan Masduki. ( Faksi Ajengan Masduki adalah salah satu pecahan Darul Islam. Seperti diketahui  Darul Islam terpecah-pecah, pertama menjadi 14, kemudian 24, dan 38. Tahun 1992,  berdiri Faksi Abdullah sungkar dan Faksi Ajengan Masduki. Keduanya masuk ke Malaysia dan Faksi Ajengan Masduki punya jaringan sangat kuat dengan Osama bin Laden)</p>
<p>Pertemanannya dengan kaum Mujahidin, yang sama sekali tak disengaja itu, membuatnya harus berurusan dengan polisi, digrebek dan diintai.  Termasuk semua foto-fotonya dengan Ustad Hambali, Abubakar Baasyir dan tokoh penting lainnya di Malaysia, diambil polisi ketika kantornya di Gang Arab digrebek polisi.</p>
<p>Catatan paspor menunjukkan, Chaidar 23 kali ke Malaysia, untuk urusan dengan kelompok tersebut.  Sebagian besar diundang menulis perjuangan dan perkembangan gerakan mereka.  “Mereka minta ditulis karena ingin menguasai kelompok DII secara  luas.  Penguasaan secara luas itu berarti legitimasi, siapa yang akan menjadi pemimpin paling tinggi bagi faksi-faksi yang terpecah,” katanya.</p>
<p>Berteman dengan Imam Samudera dan Abubakar Baasyir, tapi dia tak pernah bertemu Dr. Azhari, baik di Malaysia maupun Indonesia.  Dengan Nurdin M Top, dia hanya bertemu sekali, itupun di Indonesia.  “Kalau tidak salah, lima hari sebelum Dr Azahari terbunuh di Batu, Malang,” katanya.</p>
<p>Pertemuan itu, katanya, untuk membuka komunikasi negosiasi dengan teroris yang difasilitasi Umar Abduh, bekas narapidana kasus pembajakan pesawat Woyla. “Empat sampai lima hari sebelum Dr Azhari dikepung, saya  ditelepon polisi dan diminta ke kantor polisi,” kata Chaidar. Ia menolak dan meminta polisi datang ke rumahnya. Polisi akhirnya datang dan bertanya macam-macam.</p>
<p>Menjumpai Nurdin M Top, dia harus melalui tujuh pos.  Di pos pertama, dia harus meninggalkan telepon genggam.  Di situ, Umar Abduh minta ikut tapi tidak diijinkan kelompok tersebut.  Hanya Chaidar seorang yang dibolehkan. Dia harus berganti naik motor dua sampai tiga kali sebelum akhirnya sampai ke pos ke tujuh, dimana dia bertemu dengan Nurdin M Top, yang memperkenalkan namanya sebagai Mustopa.</p>
<p>Korporasi Jihad</p>
<p>Di Malaysia, Chaidar bertemu dengan Zulkifli Hir atau Marwan. Dia tidak tahu dimana Marwan sekarang. Ada kabar dia sudah ditangkap polisi. Tapi, ketika dicari di Penjara Cipinang, “teman-temannya” bilang, Marwan tidak ada di penjara itu. Chaidar punya kesan khusus terhadap orang ini, seorang akuntan yang punya pergaulan luas, bergaul dengan bule dan orang Kristen, meski dia seorang mujahidin sejati.</p>
<p>Pekerjaannya sebagai akuntan membuatnya bertugas membenahi administrasi dan keuangan di kelompok tersebut.  Untuk memudahkan pekerjaannya, Marwan memindahka kantornya dari Port Klang ke Sungai Manggis, agar dekat dengan komunitas kelompoknya.  Marwan mengatur semuanya dengan manajemen modern, seperti keuangan, jaringan dan komunikasi. Kantornya mewah, kontras dengan rumah pemimpin kelompok tersebut seperti Abubakar Baasyir, dll.</p>
<p>Manajemen dikelola sangat rapi, berbeda dengan sistem yang dibuat faksi Darul Islam yang sangat tradisional, yang menggerakkan kelompok tersebut dengan modal ingatan, tanpa catatan.  “Manajemennya modern dan rapi,  sangat disiplin dalam mencatat tiap perihal dan tiap ada rapat, ada minute of meeting, yang tidak boleh dibawa pulang. Ada banyak profesional yang membuat ini bukan pengajian biasa, tapi korporasi jihad yang mencengangkan,” kata Chaidar.</p>
<p>Kantor mewah didirikan Marwan dekat rumah Ustad Abu Umar dan rumah Abu Jibril, yang sederhana.  Sebagai catatan : kelompok ini berada dalam satu kompleks cukup besar, di dalamnya  ada jalan besar dan mesjid. Gerakan radikal berskala internasional menjadi pilihan sejumlah ustad di kelompok itu. Ustad Abdullah Sungkar dan Ustad Abubakar Baasyir adalah orang yang mencoba melepaskan diri dari NII, dengan mengubah nama NII menjadi Jamaah Islamiyah. Tiap orang diberi pilihan apakah akan tetap menjadi Darul Islam atau NII.</p>
<p>Konsep Jamaah Islam yang dianut diambil dari Umar Abdul Rahman dari Yaman. Jalan pemikirannya adalah ketika negara tidak ada, maka kekuasaan dikembalikan ke jamaah. Mereka tidak memilih konsep Ikhwanul Muslimin yang punya banyak tokoh hebat seperti Muhhamad Qutb Hasan ALbana karena Abdullah Sungkar dan Umar Abu berasal dari Yaman.</p>
<p>Jaringan keluarga</p>
<p>Laporan Sidney Jones menyebutkan jaringan ini sangat geneologis : kepercayaan tertinggi diberikan pada mereka yang mempunyai hubungan darah, atau menjadi saudara karena perkawinan.  Jabatan strategis dan penting hanya diberikan pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah, baik karena keluarga atau perkawinan.  “Kalau ada yang sangat pintar dan ingin diberi kepercayaan lebih besar tapi dia orang luar, maka orang itu akan dikawinkan dengan salah satu dari antara mereka,” kata Chaidar.</p>
<p>Problem muncul ketika Dr. Azahari tidak mau dikawinkan dengan saudaranya Ustad Abubakar Baasyir. Sebuah jabatan tinggi yang sudah dipersiapkan untuknya urung diberikan.  Azahari akhirnya hanya sebagai teknisi.  Ini perbedaan mendasar dengan NII yang membolehkan orang baru masuk dan memegang posisi tertentu.</p>
<p>Mereka menyaring dengan sangat ketat, terutama orang “luar” yang tidak punya hubungan darah.  Saringan pertama adalah geneologis. “Sidney Jones pernah dengan jenaka mengatakan ada yang sudah diceraikan, dikawin anggota lain, cerai, kawin lagi dengan anggota lainnya sampai akhirnya dikawin lagi oleh orang pertama yang mengawininya.  Chaidar punya istilah untuk ini : sebuah pergerakan keluarga yang trans-nasional.</p>
<p>Islam teroris</p>
<p>Chaidar membagi Islam menjadi tiga bagian : Muhammadiyah, NU, dan Islam Sempalan. Islam Sempalan dibagi lagi menjadi Islam Fundamentalis dan Islam Radikal.  Irisan antara keduanya disebut Chaidar sebagai Islam Teroris.</p>
<p>Orang-orang yang diteliti Chaidar adalah mereka fundamentalis dan radikal.  Fundamentalis adalah orang yang  beragama tinggi tapi tidak dengan kesadaran politik tinggi. Mereka biasanya sangat memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan jargon-jargon agama seperti misalnya memelihara jenggot, baju muslim dll.</p>
<p>Dia mencontohkan Hambali yang sangat penolong karena dalam pahamnya membantu adalah ibadah. “Ketika suatu malam saya kehabisan rokok di rumah Ustad Abu Umar,  dia menemani saya mencari rokok tapi ternyata kedai-kedai sudah tutup.  Kami akhirnya mencari rokok sampai ke Kuala Lumpur yang perjalanannya sampai dua jam. Kami sampai di rumah Abu Umar sudah menjelang pagi,” kenang Chaidar sambil tertawa. Hambali, yang kini berada di tahanan di Amerika sana, melakukan itu : “Karena dia fundamentalis ketimbang radikal. Bagi dia menolong adalah ibadah.”  Imam Samudera contoh yang radikal. Bagi dia lari lebih mulia, ketimbang tertangkap</p>
<p>Pemahaman lainnya adalah bagi mereka jihad adalah wisata umat, yang didalamnya terkadang ada banyak perkawinan.</p>
<p>Syamsul Arifin keberatan dengan penggolongan yang dilakukan Chaidar, yang menyebutkan adanya Islam Teroris.  “Sebagai peneliti, anda juga harus melindungi Islam yang punya banyak wajah,” katanya. Menurutnya, tidak ada Islam Teroris, yang ada  adalah teroris yang menggunakan Islam sebagai tamengnya.</p>
<p>“Apakah anda tidak bermasalah dengan teroris? Apakah anda setuju dengan kekerasan? Samsul mencecar.</p>
<p>Chaidar menjawab : “Tidak masalah anda tidak setuju, tapi itu objek penelitian saya dan itu riel adanya. Kewajiban saya sebagai peneliti untuk melakukan kategori itu. “</p>
<p>Dia mengakui ada banyak pertanyaan soal penggolongan yang dia lakukan, ada yang setuju, banyak juga yang anti.  “Saya mengembalikan ke defenisi awal saja. Para fundamentalis adalah mereka yang memahami agama dengan kuat tapi minus politik.” Kaum Radikal sebaliknya.  Mereka kuat dalam agama tapi juga berpolitik. “Kesadaran tinggi tentang Islam, ditambah politik tinggi menjadikan mereka teroris,” kata Chaidar.</p>
<p>Lalu bagaimana pertanggungjawaban kepada publik?  “Saya sebut mereka teroris. Banyak orang Islam yang marah, mereka sendiri menerima, bagi mereka itu heroik. Dan mereka menyebut diri mereka sebagai teroris yang baik.”</p>
<p>Wajah Al Chaidar</p>
<p>Yang menggelitik adalah siapakah Al Chaidar? Pertanyaan itu muncul karena ditengah polisi sibuk mencari dan menelisik jaringan teroris, dia bisa dengan bebasnya bertemu dengan sebagian dari mereka. Pertanyaan dan jawabannya begitu menarik sehingga saya tuliskan dalam bentuk tanya jawab.</p>
<p>Tanya : “Untuk apa sebenarnya mereka sering memanggil anda?”</p>
<p>Chaidar :  “Mereka meminta saya ikut diskusi.”</p>
<p>Tanya : “Apakah anda tidak dicurigai sebagai “orang”nya polisi?”</p>
<p>Chaidar : “ Mereka menganggap saya teman dengan tingkat trust, kepercayaan tertinggi. Kalau mau lebih tinggi lagi, harus kawin dengan salah satu dari mereka.”</p>
<p>Tanya :  “ Bagaimana anda meletakkan posisi anda di antara mereka dan polisi?”</p>
<p>Chaidar (yang sudah berkali-kali diperiksa polisi) : “Saya lebih nyaman berteman dengan mereka karena dalam relasi selama ini dengan kaum Mujahidin, saya lebih dimanusiakan ketimbang oleh polisi.”  Dia mengakui pernah dicurigai kelompok tersebut dan pernah dua kali disidang atau tabayun.  “Tapi kecurigaan itu lebih karena faksi,” katanya. Dia dituduh menyebabkan tertangkapnya banyak orang di kelompok tersebut.  “Saya minta ditunjukkan siapa yang tertangkap karena informasi saya. Atau saya habis berkunjung dan dia tertangkap. Kalau terbukti, halal saya untuk dihukum mati. Dicari ternyata tidak ada, semua yang tertangkap karena ada yang tertangkap sebelumnya, jadi berdasarkan BAP-nya.”  Imam Samudera tertangkap karena email dan jaringan telepon.  Ini membuat tingkat kepercayaan mereka pada saya makin tinggi.</p>
<p>Tanya : Lalu siapakah anda di mata polisi?<br />
Chaidar : “Saya tidak mengerti tapi saya merasa tidak nyaman dengan polisi. Saya sering diundang dan ditanya dan berusaha menjelaskan. Di mata polisi saya partisipan, di Mujahidin sebagai sahabat.”</p>
<p>Tanya : “Nurdin ada di mana?</p>
<p>Chaidar : “Dilihat dari gesture mereka, mereka cukup nyaman, kelihatannya tidak ada di banten. Tapi yang saya dengar dia sudah kawin ladi dengan seorang perempuan bernama Novi di Pandeglang.”</p>
<p>Tanya : “Kalau Nurdin  datang ke rumah anda, apa yang anda lakukan?</p>
<p>Chaidar : “Sama seperti Mullah Umar, saya akan melindungi dia.”</p>
<p>Tanya : “Fakta menunjukkan kelompok teroris itu ada, tapi pasti ada yang menunggangi  ketika terjadi aksi teroris?</p>
<p>Chaidar : “Negara selau punya komoditas pada saat tertentu untuk keselamatan negara. Ada yang murni gerakan teroris tapi ada juga yang ditunggangi.  Kita tidak boleh mengambil kesimpulan sebagian untuk keseluruhan.  Misalnya bom Istiglal, sepenuhnya dilakukan negara melalui agennya yang sudah direkrut melalui jaringan teroris ini.</p>
<p>Tanya : “Kenapa JI pulang ke Indonesia?”</p>
<p>Chaidar : “Karena menurut Osama bin Laden, Indonesia termasuk negara yang kondusif.”</p>
<p>Tanya :  “Apakah mungkin ada perjanjian damai dengan teroris? Siapa yang harus memulai?</p>
<p>Chaidar : “Ketaatan mereka pada fatwa adalah ketaatan pada perjanjian. Mereka sangat terikat dengan perjanjian, sebenarnya tidak harus langsung dengan terorisnya.  Ada dua kelompok yaitu Kelompok Nurdin M Top dan Kelompok Poso. Perjanjian dilakukan dengan aliansi atau Jamaah Islamiyah misalnya Ustad Abu. Walau mereka membentuk jamaah baru tapi tidak bisa begitu saja meninggalkan pucuknya, yaitu  Jamaah Islamiyah.</p>
<p>Tanya :  “Apakah Nurdin bisa tidur nyenyak atau tidak?”</p>
<p>Chaidar :  “Dia bisa tidur, saya dengar dia kawin lagi di Pandeglang dengan seorang perempuan bernama Novi.“</p>
<p>Ini bagian  paling menarik dari seorang Nurdin. Dia menerjemahkan preskripsi ketuhanan dalam fabel kehidupannya secara jenaka. Semua temannya akan bercerita bahwa dia orang yang ramah, murah senyum, dan jenaka.  Salah satunya soal pembekalan bagi sang “pengantin” calon pembawa bom bunuh diri. Mereka memang dibekali berbagai hal dengan metode Dauro atau Retreat, tapi disusupi hal-hal ringan dan jenaka.  Dia menyebut “pengantin” karena ketika mati karena bom bunuh diri, mereka tak lagi melewati siksa kubur, langsung bertemu bidadari. Debu yang berterbangan usai sebuah bom meledak, diartikan para pelaku bom bunuh diri itu langsung dimandikan bidadari.</p>
<p>“Waktu bertemu Nurdin, ada dua calon “pengantin” disitu. Ketika mereka akan pamit dan mengucap salam, Nurdin bilang begini : I’ll make you famous – aku akan membuatmu terkenal.” Kata Chaidar tertawa satir.</p>
<p>Jakarta, 28 Agustus 2009</p>
<p>Disarikan dari Diskusi Klub Buku dan Film SCTV dengan Al Chaidar<br />
Leanika Tanjung</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=242&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/08/28/al-chaidar-%e2%80%9cini-bukan-pengajian-biasa-tapi-korporasi-jihad-yang-mencengangkan%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/111c4e1526ec0e218ffbc0a4b44d3cf1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">klubbukusctv</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/08/cover_nii_antara-fitnah-dan-realita.jpg?w=100" medium="image">
			<media:title type="html">Cover_NII_Antara Fitnah dan Realita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ayu Utami:  “Kenapa Agama Tak Membuat Orang Lebih Baik?”</title>
		<link>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/08/07/ayu-utami-%e2%80%9ckenapa-agama-tak-membuat-orang-lebih-baik%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/08/07/ayu-utami-%e2%80%9ckenapa-agama-tak-membuat-orang-lebih-baik%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 05:37:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klubbukusctv</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan ini melihat moralitas berlebihan, bahkan sampai ke soal bahasa. Karena itu, novelnya ingin mendobrak tiga hal: seks, kegilaan, dan agama. Ayu Utami, novelis yang sudah menelurkan tiga novel tersebut menemukan benang merah itu pada tiga novelnya. “Ternyata, tulisanku selalu bicara tentang tiga hal itu. Seks, kegilaan, dan agama.” Ayu, Rabu (5/8) siang, ada SCTV. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=237&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-240" style="margin:5px;" title="Bilangan Fu" src="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/08/bilangan-fu.jpg?w=98&#038;h=150" alt="Bilangan Fu" width="98" height="150" />Perempuan ini melihat moralitas berlebihan, bahkan sampai ke soal bahasa. Karena itu, novelnya ingin mendobrak tiga hal: seks, kegilaan, dan agama.</em></p>
<p>Ayu Utami, novelis yang sudah menelurkan tiga novel tersebut menemukan benang merah itu pada tiga novelnya. “Ternyata, tulisanku selalu bicara tentang tiga hal itu. Seks, kegilaan, dan agama.” Ayu, Rabu (5/8) siang, ada <em>SCTV</em>. Dia datang atas undangan Klub Buku dan Film SCTV, yang ingin mendengar dari Ayu sendiri, soal pikiran, renungan, dan proses kreatif ketiga novelnya.</p>
<p><em>Saman</em>, yang diluncurkan pada 1998 sempat membuat heboh dunia sastra Indonesia. Di novel itu, Ayu dianggap terlalu berani. Dia mendobrak norma dan bicara hal yang masih tabu bagi sebagian besar orang Indonesia. Di novel itu, Ayu Utami bicara amat terbuka soal seks. Tak hanya berhenti di situ. Ayu masih terus menggebrak kemapanan di novel berikutnya, <em>Larung</em> dan <em>Bilangan Fu</em>.<span id="more-237"></span></p>
<p>Di <em>Bilangan Fu</em>, ada persoalan yang dengan masif ingin didobrak perempuan kelahiran Kota Hujan ini. Di antaranya, Ayu menggugat monotheisme dan militerisme. Apakah ini gambaran seorang Ayu Utami? Atau, dia hanya seorang pencerita yang sedang berkisah tentang orang lain sebagai sebuah fakta kehidupan?</p>
<p>“Apakah kau seorang pencari, pemberontak kemapanan yang sedang membongkar patriarki lelaki?”</p>
<p>“Apakah itu bagian inheren pemberontakanmu, mewakili kaum feminis?” tanya Samsul Arifin, anggota Klub Buku dan Film SCTV, kepada Ayu yang hari itu datang dengan “uniform”-nya, kaos <em>tank top</em>, celana panjang, dan syal tipis menutup lehernya.</p>
<p>Ayu menjawab serius tapi santai. “Orang bilang saya pendobrak. Tapi, saya bukan anti kemapanan,” kata Ayu. Sesekali pula ia mengeluarkan kata-kata lucu dan menggelitik, terutama bagi kaum lelaki, membuat diskusi yang diikuti sekitar 20 orang itu penuh tawa dan menyenangkan. “Kalau ada yang tidak adil, maka perlu dibicarakan. Dan, pemberontakan bukan tujuan utama saya.“ katanya. Sosok berambut sebahu ini mengaku tak sedang melompat “pagar”, karena sebenarnya dia tidak melihat adanya “pagar” di depannya.</p>
<p>Dari kecil, Ayu yang dididik dengan latar agama dan budaya yang kental melihat ada banyak ketidakadilan. Misalnya, untuk urusan bahasa. Saman, novel pertamanya yang mendapat penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta pada 1998 sebagai novel Roman Terbaik dan penghargaan dari Prince Claus Award 2000 dianggap mendobrak tabu karena menggunakan kata-kata kotor.  “Latar belakangnya adalah adanya ketidakdilan pada perempuan.  Di level bahasa salah satunya. Sebagai bangsa kita ingin tampak bermoral tapi  melampaui batas, dan justru malah tak adil,” katanya.</p>
<p>Ia mencontohkan moralitas berlebihan itu salah satunya ada di kamus bahasa Indonesia karangan Purwadarminto terbitan era ‘70-an. Di itu, orgasme diterjemahkan menjadi kemarahan. Orgi dipaparkan sebagai sebuah pesta keagamaan. “Ini sopan santun yang membuat kita tersesat,” katanya. Ketidakadilan lainnya adalah penggunaan kata pelacur—yang supaya terdengar sopan—diganti dengan kata WTS atau wanita tuna susila. Padahal, menurut Ayu, justru sangat kasar terhadap kaum perempuan.</p>
<p>Ketidakadilan dan moralitas berlebihan sangat mengganggu Ayu. Ketika bisa bikin novel, lulusan Sastra Rusia Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada 1994 ini ingin membebaskan bahasa Indonesia dari moralitas berlebihan itu. Sekalian, tentunya menggugat banyaknya ketidakadilan pada perempuan. Pada Bilangan Fu, pendobrakan itu makin luas. Ayu juga menggugat fundamentalisme yang selama sepuluh tahun belakangan ini makin berlebihan.</p>
<p>Miko Toro, anggota Klub Buku dan Film SCTV lainnya masih penasaran. Bagi dia, pasti ada sebab yang membuat Ayu selalu bercerita tentang orgasme atau dengan kata lain selalu memasukkan persoalan seks, yang selalu vulgar.</p>
<p>Inilah jawaban Ayu, yang sekaligus mengulas pilihan dirinya untuk tidak menikah, setidaknya sampai saat ini. Menurut dia, buat laki-laki seks terlihat gampang: “Tapi bagi perempuan, problemnya lebih nyata sehingga harus lebh berani bicara soal seksualitasnya.” Fungsi seks perempuan dan lelaki berbeda. Perempuan bisa hamil meski tidak menikmati seks. Perempuan bisa diperkosa dengan gampang, sehingga dia harus tahu organ tubuhnya. Ironisnya, nilai-nilai di masyarakat seringkali membuat perempuan tak tahu dan tidak menguasai tubuhnya. Ada problem biologi dan kultural yang bisa diatasi dengan membuat perempuan lebih berani bicara mengenai tubuhnya.</p>
<p>“Apakah karena itu Anda tidak tidak mempercayai lembaga perkawinan?” tanya Daeng, peserta diskusi. <em>Hmm</em>, boleh jadi, inilah pertanyaan yang seringkali didengar seorang Ayu Utami.</p>
<p>“Saya bukan tidak mempercayai lembaga perkawinan. Pernikahan itu lembaga yang baik dan dibutuhkan untuk melindungi yang lemah: wanita dan anak-anak. Apalagi di negara yang belum melindungi perempuan dan anak-anak. Itu yang belum ada di Indonesia,” ujar Ayu serius. Perempuan lemah terutama ketika hamil, melahirkan dan menyusui. Dia harus keluar dari publik untuk sementara waktu sehingga harus dilindungi negara, sehingga perempuan tak punya pilihan selain mencari perlindungan pada keluarga inti dan suami. “Itu batasan pernikahan buat saya,” kata dia. Sementara di Skandinavia, perlindungan itu sudah diberikan kepada perempuan sebagai individu, tanpa merujuk status menikah atau tidak.</p>
<p>Jawaban Ayu cukup menarik untuk jadi perenungan. Tapi, aku lebih tertarik bertanya mengenai kualitas tulisan Ayu di tiga novelnya. Aku merasa ada penurunan kualitas bahasa, gaya penulisan, dan keindahan pada dua novelnya, yaitu Larung dan Bilangan Fu, dibanding Saman.</p>
<p>“Menurutku Saman itu justru strukturnya jelek banget, novel yang tidak selesai,” jawab Ayu. Novel itu dibuat Ayu untuk mengikuti sebuah perlombaan. Panjang ceritanya disesuaikan dengan syarat lomba. Tapi menyoal kelebihannya, Ayu mengatakan ada pada per bagian yang berhasil.</p>
<p>Bila memperbandingkannya, Saman adalah sebuah novel yang manis. Bilangan Fu tidak demikian. Saman dimulai dengan jatuh cinta: Laila jatuh cinta pada suami orang. Bilangan Fu bercerita tentang seorang lelaki pendaki bukit yang garang, tidak puitis. Karakter pencerita yang berbeda membuat Bilangan Fu tidak bisa terlalu puitis, meski kata Ayu, tidak seratus persen kehilangan puitisnya. Ada bagian ketika lelaki pendaki yang keras itu bercerita dengan indah dan lembut. “Karakter penceritanya berbeda, risiko itu saya ambil sehingga tidak terlalu puitis.”</p>
<p>Rupanya Miko Toro masih penasaran. Dia bertanya apakah semua tulisan Ayu itu hasil perenungan? Kalau ya, renungan seperti apa? Apakah soal agama semata, fundamentalisme, atau seks yang berkaitan dengan keduanya?</p>
<p>“Saya dulu sangat religius. Keluarga saya konservatif tapi membebaskan anaknya menikah dengan beda agama, asal tidak dengan komunis.” Hahaha… lucu juga. Di usia 20-an awal, Ayu mulai tak percaya agama. Alasannya, lebih banyak mudaratnya, patriakal, dan terkesan saling memusuhi antaragama. Ketika mahasiswa, ia bahkan memutuskan untuk menjadi seorang Agnostic.</p>
<p>Di usia 20-an akhir, ia mulai melihat agama dengan kacamata baru: sebuah kenyataan peradaban. Bergulat dengan semua itu, agama, ketidakadilan, moralitas berlebihan, Ayu akhirnya “terjebak” untuk selalu menulis tiga tema: seks, kegilaan, dan agama. Ia tak bisa memungkiri kalau bahasa Alkitab sangat berpengaruh pada dirinya. “Meski benci agama pada satu periode, tapi agama sudah batubata dalam diriku.” Itulah fakta sejarah yang tidak bisa dihilangkan Ayu Utami dalam dirinya.</p>
<p>Di level peradaban, meski berdarah-darah, Ayu tetap tak bisa memungkiri kalau agama juga membangun peradaban. Baginya, agama adalah energi yang bisa membuat orang mengasihi atau membunuh orang lain. Pembelaan kaum beragama yang mengatakan kesalahan tidak pada agamanya, tapi pada orang yang menafsirkannya, dianggap Ayu sah-sah saja. Hanya saja dia tetap belum mendapat jawaban: Kenapa harus ada agama, kalau tidak bisa mentransfer orang menjadi lebih baik?</p>
<p>Adakah yang bisa menjawab dan memuaskan seorang Ayu Utami?</p>
<p>Kamis, 6 Agustus 2009</p>
<p>Disarikan dari Diskusi Klub Buku dan Film SCTV</p>
<p>Leanika Tanjung</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/237/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=237&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/08/07/ayu-utami-%e2%80%9ckenapa-agama-tak-membuat-orang-lebih-baik%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>70</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/111c4e1526ec0e218ffbc0a4b44d3cf1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">klubbukusctv</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/08/bilangan-fu.jpg?w=98" medium="image">
			<media:title type="html">Bilangan Fu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Garuda di Dadaku</title>
		<link>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/06/30/garuda-di-dadaku/</link>
		<comments>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/06/30/garuda-di-dadaku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 11:20:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klubbukusctv</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Leanika Tanjung Ini film anak-anak loh… Pertama kali mendengar judulnya, aku bilang ke temanku film apa ya itu. Judulnya terlalu berat, sepertinya tidak layak tonton, apalagi diliput. “Ini tentang anak kecil yang punya ambisi besar jadi pemain sepak bola,” jawabnya. Aku mulai tertarik. “Anak itu harus melakukan berbagai cara agar bisa masuk tim nasional karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=223&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Leanika Tanjung<img class="alignleft size-full wp-image-235" title="garuda1" src="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/06/garuda1.jpeg?w=450" alt="garuda1"   /></p>
<p><em>Ini film anak-anak loh…</em></p>
<p>Pertama kali mendengar judulnya, aku bilang ke temanku film apa ya itu. Judulnya terlalu berat, sepertinya tidak layak tonton, apalagi diliput.  “Ini tentang anak kecil yang punya ambisi besar jadi pemain sepak bola,” jawabnya.</p>
<p>Aku mulai tertarik. “Anak itu harus melakukan berbagai cara agar bisa masuk tim nasional karena ditentang kakeknya,” lanjutnya.</p>
<p><em>Hhmmm </em>… Aku makin tertarik. Aku penasaran bagaimana seorang sutradara Indonesia memfilmkan sebuah ambisi, sebuah motivasi dan keinginan. Aku teringat film Iran,<em> Children of Heaven</em>, yang bercerita tentang seorang anak di Iran, yang saking miskinnya, harus berganti sepatu dengan adiknya, tiap kali ke sekolah.</p>
<p>Ambisinya sederhana : punya sepatu. Ali, sang kakak, divisualkan sutradara film ini Majid Majidi berlatih keras agar bisa mengikuti pertandingan lari. Juara pertama tak diincarnya, karena hadiah kedua lebih menarik : sepasang sepatu. Majid berhasil membuat sebuah film sederhana yang menyentuh, tidak cengeng dan juga tidak minta dikasihani.</p>
<p><span id="more-223"></span></p>
<p>Film ini bercerita tentang Bayu, diperankan Emir Mahira, anak kelas enam SD, berumur 12 tahun yang ambisi menjadi pemain sepak bola hebat. Dia punya bakat yang diturunkan dari ayahnya, seorang pemain sepak bola yang meninggal karena kecelakaan. Keinginan itu harus dipendam Bayu, paling tidak disembunyikan dari kakeknya, Usman, dimainkan Ikranegara, yang tak ingin cucunya menjadi pemain sepak bola. Menurut kakek pemain sepak bola tak punya masa depan. Kakek Usman ingin Bayu menjadi orang sukses sehingga harus mengikuti berbagai kurus mulai matematika sampai melukis.</p>
<p>Bayu berteman dengan Heri, diperankan Aldo Tansani, seorang penggila bola yang duduk dikursi roda. Dia penyemangat bagi Bayu dan terus mendorong Bayu untuk ikut seleksi tim nasional usia 13 tahun.</p>
<p>Sutradara Ifah Isfansyah meramunya menjadi film keluarga yang ringan, sedikit lucu dan juga, agak patriotik. Lagu Garuda di Dadaku, yel yel lagu tim nasional tiap kali bertanding di Senayan, cukup membuat gelora tapi tak sampai membuatku merinding. Yang membuatku penasaran adalah judul film itu, yang menurutku sangat berat dan sulit dijual untuk sebuah film komersial, film anak-anak pula.</p>
<p>Ketika kutanya usai pemutaran film, Ifah menjawab begini : film ini dibuat justru karena judul lagu tim nasional itu. Dari lagu itu, cerita ditarik dan dipanjangkan, menjadi sebuah skenario film. Dia menyadari judul yang berat dan tak menjual,” Itu bisa diakali dengan promosi yang benar,” katanya.</p>
<p>Okelah, promosi bagus, kemasan bagus biasanya bisa juga menjaring pasar besar.</p>
<p>Nah, aku berharap, jalan cerita film juga bagus dan istimewa. Aku pengagum film cerita sederhana tapi dengan visualisasi dalam dan matang. Cerita film ini menurutku sederhana, konflik keluarga yang ada di tengah kita dan sangat Indonesia.</p>
<p>Konflik itu ada pada Bayu dan kakeknya. Bayu ingin main bola tapi menjejalinya dengan berbagai kursus. Bayu seorang penurut sehingga ia mengakali dengan sembunyi-sembunyi latihan bola, tentu saja dengan bantuan temannya, Heri yang selalu datang dengan siasat dan strategi. Konfliknya cukup dalam, pergolakan batin Bayu antara menyenangkan kakeknya atau mengikuti kata hatinya.</p>
<p>Sayangnya, penggarapannya datar, sekali lagi ini menurutku. Emosiku tak larut dan tak naik. Visualisasi gambar dan percakapannya, tak lengket di kepalaku. Yang berbayang justru gambar ketika Ali di film <em>Children of Heaven</em> sedang mengejar sepatunya yang hanyut di got. Huh… maafkan saya.</p>
<p>Zahra, seorang anak penjaga kuburan, diperankan Marsha Aruan, muncul menjadi teman Bayu dan Heri. Mereka bertemu di kuburan ketika Bayu dan Heri sedang mencari tempat latihan bola. Zahra membolehkan Bayu berlatih di kuburan itu, dengan syarat harus membersihkan kuburan karena ayahnya sedang sakit. Peran Zahra cukup berat. Dia menjadi anak rebutan ayah dan ibunya yang bercerai. Ayahnya, seorang penjaga kuburan membawa Zahra ke Jakarta dan tak membolehkannya bersekolah, khawatir keluarga ibunya akan menemukannya. Jadilah Zahra seorang anak yang bicara dengan nisan.</p>
<p>Marsha tak terlalu berhasil memainkan karakter itu. Begitu juga pemain lainnya, tak terlalu istimewa, kecuali Bayu yang lumayan berhasil terutama ketika sedang memainkan bola karena dia sudah dua tahun bersekolah di salah satu sekolah sepak bola di Jakarta. Maudy Koesnaedi, ibu Bayu dan Ari Sihasale yang menjadi pelatih sepak bola, juga datar. Untung ada Ramzi yang menjadi Bang Dullah, supir Heri, yang bermain lucu dengan aksen arab betawinya. Lakon Bang Dullah membuat film yang akan diputar 18 Juni ini, lebih hidup.</p>
<p>Apapun, kredit layak diberi pada pembuat film ini, yang berani membuat film berbeda : tak sekadar film anak-anak dan keluarga, tapi juga bicara tentang sepak bola Indonesia. Ada beberapa kritik pedas di film ini tentang dunia sepak bola, yang diamini semua penonton. Kecintaan pada tim nasional coba diangkat, sayangnya kurang berhasil, atau mungkin karena tim nasional juga tak terlalu melekat di hati kita.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=223&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/06/30/garuda-di-dadaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/111c4e1526ec0e218ffbc0a4b44d3cf1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">klubbukusctv</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/06/garuda1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">garuda1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Battle In Seattle; Menggempur Pasar Bebas di Kandang Kapitalisme</title>
		<link>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/06/29/battle-in-seattle-menggempur-pasar-bebas-di-kandang-kapitalisme/</link>
		<comments>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/06/29/battle-in-seattle-menggempur-pasar-bebas-di-kandang-kapitalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 05:47:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klubbukusctv</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[Rahman Andi Mangussara “…Perdagangan bebas dan hubungan seksual bebas akan lebih berguna ketimbang cara lain dalam mengembangkan peradaban…” James Wilson, seorang pendukung setia perdagangan bebas di Inggris, mengatakan kutipan di atas pada tahun 1843. Begitu kuatnya kepercayaan Wilson akan argumen Adam Smith tentang perdagangan bebas, ia pun menerbitkan majalan The Economist yang didedikasikan untuk perdagangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=218&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-220" title="images1" src="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/06/images11.jpeg?w=450" alt="images1"   /></p>
<p>Rahman Andi Mangussara</p>
<p>“…Perdagangan bebas dan hubungan seksual bebas akan lebih berguna ketimbang cara lain dalam mengembangkan peradaban…”</p>
<p>James Wilson, seorang pendukung setia perdagangan bebas di Inggris, mengatakan kutipan di atas pada tahun 1843. Begitu kuatnya kepercayaan Wilson akan argumen Adam Smith tentang perdagangan bebas, ia pun menerbitkan majalan The Economist yang didedikasikan untuk perdagangan dan pasar bebas. Dari Inggris, setelah negara ini siap betul bertarung di pasar bebas, perdagangan bebas dikumandangkan ke seantero bumi.</p>
<p>Kini, kata-kata Wilson itu seperti menemukan bentuknya yang paling nyata. Bukan hubungan seksual bebasnya yang saya maksud  (tidak jelas kenapa Wilson mengatakan hubungan seksual bebas dalam satu tarikan nafas dengan perdagangan bebas) melainkan perdagangan dan pasar bebasnya yang nyaris tak terbendung.  Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) bersama dua lembaga yang dibentuk setelah perang dunia ke dua: Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia &#8212; yang oleh penentangnya sering diolok-olok sebagai trinitas tak suci &#8212; bersama-sama mempromosikan perdagangan dan pasar bebas. Hasilnya, ya.. itu tadi, hampir tak terbendung. Bahkan negara atau organisasi pemerintah yang relatif kuat sekali pun tak berkutik dibuatnya. Siapa yang tak mengikuti garis yang dibuat oleh tiga lembaga tadi dianggap sebagai lawan yang harus dimusuhi.</p>
<p><span id="more-218"></span></p>
<p>Maka, tak ada yang menyangka, setidak-tidaknya tidak ada yang memperdulikan, ketika sekitar 10 ribu orang menggelar demosntrasi di penghujung November yang membeku pada 1999 di Seattle, Amerika.  Demontrasi gabungan advokasi konsumen, pencinta lingkungan, pecinta binatang, organisasi buruh, mahasiswa dan tentu saja tak ketinggalan kaum anarkis membuat polisi kewalahan dan berhasil menunda pembukaan sidang WTO.</p>
<p>Dunia tersentak. Ternyata, masih ada kekuatan yang bisa melawan hegemoni tiga lembaga itu dan negara – negara kapitalis yang mendukungnya. Hebatnya lagi yang melakukan perlawan itu adalah masyarakat sipil yang selama ini dianggap tak berdaya dan tak mampu mengorganisasikan diri.</p>
<p>Hasil dari demontarsi yang berlangsung masif selama lima hari penuh itu adalah ditundanya pembicara menyangkut pemberlakukan perdagangan bebas atas sejumlah komoditi termasuk sektor kesehatan yang dituding kelewat komersial sehingga membuat banyak orang miskin mati tanpa pengobatan. Tidak itu saja. Pesan yang dikirimkan  oleh para pendemo ini justru jauh lebih penting dari sekadar diakomodasinya sejumlah kepentingan negara berkembang yang dirugikan oleh perdagangan bebas yakni masyarakt sipil belum mati dihadapan kekuatan hegemonik negara dan korporasi multinasional. Gaung dari peristiwa ini terasa hingga sekarang.</p>
<p>Cerita itulah yang diangkat dalam film Battle In Seattle oleh sutradara Stuart Townsend. Film yang bisa dibilang setengah dokumenter ini memperlihatkan bagaimana masyarakat sipil itu melakukan demonstrasi dengan rantai komando yang begitu banyak tapi berhasil membuat polisi putus asa.</p>
<p>Jika Anda membayangkan film ini hanya menceritakan demsotrasi tanpa konflik, opss.. jelas itu salah. Di sini ada konflik keluarga antara seorang polisi dengan istrinya yang tengah hamil tua. Pak polisi ini harus meninggalkan sang istri yang tengah terbaring di rumah sakit setelah dihajar polisi anti huru – hara karena dikira salah seorang demonstran saat terjebak di tengah-tengah massa yang tengah kacau. Sang istri tak mau tahu dengan semua alasan suaminya dan mulai membeci polisi yang menyebabkan ia keguguran anak pertamanya.</p>
<p>Jadi, ini bukan film yang hanya wajib ditonton kaum anarkis dan demostran sejati, Anda juga bisa.  Masalahnya, untuk penonton Indonesia, film dengan jenis seperti ini yang bintangnya bukan aktor papan atas, mungkin sekali tak akan ditayangkan di jaringan bioskop XXI. Paling-paling Anda bisa berharap pada Blitz yang biasanya mau mengimpor film-film indie atau film yang mencerahkan. Atau, kalau mau menonton dengan kualitas suara dan gambar yang tak terlalu bagus datanglah ke tokoh penjual dvd bajakan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=218&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/06/29/battle-in-seattle-menggempur-pasar-bebas-di-kandang-kapitalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/111c4e1526ec0e218ffbc0a4b44d3cf1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">klubbukusctv</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/06/images11.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Bedah Buku SBY versus JK</title>
		<link>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/05/22/dari-bedah-buku-sby-versus-jk/</link>
		<comments>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/05/22/dari-bedah-buku-sby-versus-jk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 05:42:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klubbukusctv</dc:creator>
				<category><![CDATA[non fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Bedah buku dua calon presiden yang diselenggarakan Klub Buku dan Film SCTV, Selasa 19 Mei 2009 kebanjiran peminat. Kami, yang tadinya mempersiapkan tempat duduk untuk sekitar 50 orang di dalam ruangan yangtak terlalu luas di Hotel Sultan, terpakasa menambah tempat duduk, itu pun belum mencukupi sehingga sebagian lagi terpaksa berdiri. Buku yang kami bedah adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=215&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bedah buku dua calon presiden yang diselenggarakan Klub Buku dan Film SCTV, Selasa 19 Mei 2009 kebanjiran peminat. Kami, yang tadinya mempersiapkan tempat duduk untuk sekitar 50 orang di dalam ruangan yangtak terlalu luas di Hotel Sultan, terpakasa menambah tempat duduk, itu pun belum mencukupi sehingga sebagian lagi terpaksa berdiri.  Buku yang kami bedah adalah Buku SBY yang ditulis juru bicaranya, Dino Pati Djalal dan  buku JK, Hanya dengan Kerja Keras, Catatan Seorang Wakil Presiden yang ditulis sejumlah wartawan senior. Editor buku ini adalah Budi Kusumah, seorang wartawan senior jadi pembicara bersama Dino Pati Djalal.</p>
<p><span id="more-215"></span></p>
<p>Pembahasanya adalah Profesor Ikrar Nusa Bakti dari LIPI dan Dr Firmanzah, ahli marketing politik yang juga dekan FE-UI.  Firmanzah mengupas kedua buku ini dari sisi medium komunikasi. Hasilnya: buku SBY membosankan, lelah membacanya, dan memaksa pembacanya untuk menerima atau mempercayai kebenaran yang ada dalam buku itu, dalam hal itu kepemimpinan SBY.   Sebaliknya, dia memuji buku JK sebagai buku yang enak dibaca, bertutur, tidak melelahkan, dan terpenting adalah tidak berpretensi memaksakan pembacanya bahwa JK adalah pemimpin yang ok punya. Firmanzah menduga perbedaan itu terjadi karena penulisnya, buku SBY ditulis bukan oleh orang dekatnya, sementara buku JK ditulis oleh wartawan yang tidak memiliki kedekatan emisional dengan JK. Ikrar Nusa Bakti juga sependapat dengan Firmanzah. Buku JK jauh lebih rileks disbanding buku SBY.</p>
<p>Menanggapi kedua pembahas itu, Dino Pati Djalal tak mau kalah. Menurutnya, ia mendapat banyak sms dari orang yang tak dinekalnya alias pembaca awam yang memuji buku itu. Bahkan mereka mengaku membaca habis buku itu hanya dalam dua hari, padahal halamannya ratusan. “Buku ini melelahkan atau tidak,” kata Dino, “biarlah pembaca yang menilainya.”</p>
<p>Dino mengaku bukan tipe birokrat yang suka menganggung-agungkan orang. Jadi, katanya, apa yang dia tulisa dalam buku itu adalah apa yang dia lihat dan saksikan sendiri sejak menjadi juru bicara presiden.   Begitulah, diskusi ini berjalan dengan saling kontra argument. Sayangnya, buku JK tidak dibagikan kepada peserta karena masih dalam proses percetakan. Sinopsis yang dibuat editornya tak bisa memuaskan keinginan peserta untuk membaca langsung buku JK itu. (**)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=215&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/05/22/dari-bedah-buku-sby-versus-jk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/111c4e1526ec0e218ffbc0a4b44d3cf1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">klubbukusctv</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berapa Harga Sebuah Perang? Tak Dapat Dihitung</title>
		<link>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/04/07/berapa-harga-sebuah-perang-tak-dapat-dihitung/</link>
		<comments>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/04/07/berapa-harga-sebuah-perang-tak-dapat-dihitung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Apr 2009 11:21:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klubbukusctv</dc:creator>
				<category><![CDATA[non fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Perang US$3 Triliun:Bencana Ekonomi di Balik Invasi AS ke Irak Penulis : Joseph Stiglitz dan Linda Bilmes Penerbit :Mizan 2009 Halaman 272 Oleh Raymon Kaya Ada berbagai motif Amerika akhirnya menyerbu masuk ke Irak. Yang terungkap adalah motif keamanan atau security, dimana Amerika menuduh Irak menyimpang senjata pemusnah masal. Hingga kini tudingan Amerika Serikat ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=199&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"><img class="alignleft size-full wp-image-200" title="3-triliun" src="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/04/3-triliun.jpg?w=450" alt="3-triliun"   />Perang US$3 Triliun:Bencana Ekonomi di Balik Invasi AS ke Irak</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;">Penulis<span> </span>: Joseph Stiglitz dan Linda Bilmes</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;">Penerbit<span> </span>:Mizan 2009</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;">Halaman<span> </span>272</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;">Oleh Raymon Kaya<br />
</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;">Ada</span><span style="color:black;"> berbagai motif Amerika akhirnya menyerbu masuk ke Irak.  Yang terungkap adalah motif keamanan atau security, dimana Amerika menuduh Irak menyimpang senjata pemusnah masal. Hingga kini tudingan Amerika Serikat ini tidak terbukti. Motif  lainnya adalah Prestise Amerika, setelah tragedi 11 September maka Amerika ingin menunjukan kembali prestisenya sebagai Globo Cop yang mampu mengatasi masalah terorisme dengan menyerang Negara yang dianggap sebagai basis terorisme . Motif idiologi yang menjadi pertimbangan penting , dimana buku-buku, Brzezinski ,  Hutington dan  Fukuyama mendoktrin Amerika menjadi satu-satunya barometer demokrasi serta menjadikan “ Islam Fundamentalis “ sebagai musuh bersama.</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"><span id="more-199"></span><br />
</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Secara khusus, Fukuyama dalam bukunya  America at the Crossroads: Democracy, Power, and the Neoconservative Legacy (New Haven and London: Yale University Press, 2006 </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Tentang perang imperialis terhadap Irak, Fukuyama menulis: &#8221;Pemerintah Bush mendasarkan kasus perangnya terhadap Irak atas tiga argumen: pertama, fakta bahwa Irak punya senjata pemusnah massal (SPM) dan sedang dalam proses untuk membangun lebih banyak; kedua, bahwa Irak punya kaitan dengan Alqaidah dan organisasi teroris lainnya; dan ketiga, bahwa Irak adalah sebuah kediktatoran tirani, rakyat Irak wajib dibebaskan daripadanya.&#8221; (Hlm. 78-79).</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Motif lain yang ternyata masuk akal adalah motif ekonomi.  Kuat dugaan, penguasaan terhadap pasar minyak akan memberikan tambahan pada penghasilan devisa Amerika sendiri. Ini bukan tanpa alasan, dalam sebuah buku yang mengupas tentang Dinasti Saud, jelas dikemukakan keluarga Bush dan Saud telah melakukan kerjasama dalam masalah minyak ini sejak awal tahun 70-an.</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Joseph Stiglitz pemenang hadiah nobel ekonomi membuat sebuah buku “ The Tree Trillion Dollar War : The True Cost of Iraq War conflict  “ . Dalam buku ini diprediksikan untuk perang Irak diperlukan tiga trilyun dolar.  Biaya ini sama dengan 12 tahun perang di Vietnam dan dua kali lipat dibandingkan dengan perang di Korea.</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Prakiraaan awal perang menjadi awalan dalam buku ini. Di halm. 37 ada prakiraan awal 200 milair dollar, tapi Donald Rumsfeld, Menteri Pertahanan saat itu menolak anggapan besarnya biaya hingga 200 miliar.  Tapi Rumsfeld kemudian mengunkap biaya sektiar 50 hingga 60 miliar dolar. Dan semua ini bukan hanya biaya dari Amerika. </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Kesan congkak jelas terlihat dalam sebuah wawancara di ABC. Pembangunan Irak hanya diperlukan 1,7 miliar dolar. Dalam wawancara antara Ted Koppel dari ABC yang mewawancarai Andrew Natsios pejabat dari BAdan Pembanguan Internasional ditegaskan Irak bias dibangun kembali dengan biaya 1,7 miliar dollar. </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Dalam wawancara ini juga terungkap bahwa jika AS menguasai Irak maka akan ada pendapatan 20 miliar per tahun dari minyak. </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Tapi berdasarkan hitungan Stiglitz ada factor-faktor yang membengkakan pengeluaran ( halm. 39 sampai 59 ) misalnya saja ada jaasa kontrak dengan Blackwater security yang jumlahnay 27 juta dolar untuk menjaga Paul Bremer ( Otoritas Sementara Koalisi ,Otoritas pendudukan AS di Baghdad ). Kontrak ini diperpanjang sampai 100 juta dolar setahun kemduian. Pada tahun 2007 saja, otoritas ini memiliki kontrak 1,2 miliar dolar untuk Irak dan memperkerjakan 845 tenaga kontrak swasta.</span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Gaji seorang tentara Blackwater mencapai 1.222 dollar perhari jauh diatas seorang Sersan yang gajinya 190 Dollar perhari. </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;">Yang diuntungkan adalah perusahaan pembuat mesin perang seperti General Dynamics yang memproduksi F-16 sahamnya naik (134 %) Atau Northrop Grumman yang memproduksi F-14  ( naik  78 % ) – sekedar catatan mereka juga membuat F – 20 Tigershark yang merupakan pengembangan dari F – 5 E Tiger. Selain itu  Lockhead Martin ( naik 105 %) . Persuhaan Lockhead memproduksi pesawat Hercules 130 yang dipakai oleh Indonesia . Persahaan ini kini mengembangkan F -22 JSF. </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Stiglitz mantan kepala ekonomi di Bank Dunia ini jgua mengunkap di era perang dunia kedua,  biaya per tentara  jika sampai meninggal 100.000 ( jika di konversi dengan nilai sekarang ) tapi di perang Iraq mencapai 400.000 / tentara  ( untuk tunjangan dan asuransi jiwa ) </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Biaya lain yang diungkap dalam buku ini adalah biaya nyata merawat veteran AS. Di Halm. 113 sd 117. Biaya untuk ini saja mencapai angka antara 422 miliar dolar hingga 717 miliar dolar </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Biaya yang diungkap buku ini juga terlihat pada halm 167 dimana ada biaya melakukan renovasi dan mencat 20  kantor polisi yang mencpaai 25 juta dolar padahal jika mengunakan perusahaan Irak hanya 5 juta dolar. </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Dibagian akhir masih ada cerita seorang sersan yang tewas di Irak bukan karena peluru tetapi tewas di kamar mandi barak tentara. Akibat kesalahan kabel, Sersan ini tewas kesetrum.Setelah melalui proses pengadilan maka kelaurga sang Sersan ini memperoleh US  $ 500.000 </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Hingga sekarang data resmi untuk perang serta rehabilitasi di Irak telah keluar uang sebesar US $ 600 miliar </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Bisa jadi akibat membengkaknya biaya-biaya ini ekonomi Amerika ikut tergerus. Pemerintah tidak bisa membayar pada Industri militer ( MICs), padahal industri militer inilah yang menjadi tulang pungung perekonomian AS.  (  catatan : konsep MICs Military Industrial Complex yang dikembangkan oleh Eisenhower di awal tahun 60-an ) </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Perak Irak bukan saja membawa kebangkrutan buat Amerika Serikat. Dalam sebuah survey  ( lihat halm. 183)  negara-negara tradisional yang mengagumi Amerika mulai memalingkan muka. Jika pada tahun 1999 – 2000 misalnya  75 % masyarakat Indonesia memiliki pendapat yang bagus tentang AS, maka pada tahun 2007 menurun 29 persen, atau hanya sekitar 46 persen rakyat Indonesia yang memiliki pendapat yang bagus tentang Amerika. </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Bukan sekedar biaya tapi yang  tidak bias di bayar oleh uang adalah kemartian ratusan ribu tentara AS, serta hancurnya prestise AS yang tidak mampu “ menaklukan “ Irak secara total. </span></p>
<p class="ecmsonormal"><span style="color:black;"> Jika dibandingkan dengan Indonesia. Untuk anggaran militer indonesia 2008. Departemen Pertahanan meminta dana 100 trilyun rupiah atau kurang dari 10  Milyar  dollar  //  Realisasi atau yang kemudian disetujui  3.000.000.000 miliar dollar  (atau sektiar 3 miliar dolar)  // Inipun masih dengan catatan, Dephan diminta untuk berhemat.  Jadi jika Irak memerlukan 3.000.000.000.000 dollar  ( tiga triliun ) untuk Irak, maka jumlah ini sama dengan hampir 1000 tahun  Departemen pertahanan Indonesia beroperasi. </span></p>
<p class="ecmsonormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=199&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/04/07/berapa-harga-sebuah-perang-tak-dapat-dihitung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/111c4e1526ec0e218ffbc0a4b44d3cf1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">klubbukusctv</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/04/3-triliun.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3-triliun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari Radikalisme Menuju Sufisme</title>
		<link>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/03/19/dari-radikalisme-menuju-sufisme/</link>
		<comments>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/03/19/dari-radikalisme-menuju-sufisme/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Mar 2009 15:37:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klubbukusctv</dc:creator>
				<category><![CDATA[non fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Matinya Semangat Jihad, Catatan Perjalanan Seorang Islamis Pengarang: Ed Husain Penerbit: Alvabet Jumlah Halaman: 389+X Billy Soemawisastra Ed Husain, adalah seorang pemuda keturunan India-Bangladesh, yang lahir di London pada penghujung 70-an. Keluarganya tergolong Muslim yang taat. Sejak kecil ia berguru pada seorang ulama Islam tradisional, yang ia anggap kakeknya sendiri. Ulama yang konon masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=196&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-197" title="matinya" src="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/03/matinya.jpeg?w=450" alt="matinya"   /></p>
<p>Judul: Matinya Semangat Jihad, Catatan Perjalanan Seorang Islamis</p>
<p>Pengarang: Ed Husain</p>
<p>Penerbit: Alvabet</p>
<p>Jumlah Halaman: 389+X</p>
<p>Billy Soemawisastra</p>
<p>Ed Husain, adalah seorang pemuda keturunan India-Bangladesh, yang lahir di London pada penghujung 70-an. Keluarganya tergolong Muslim yang taat. Sejak kecil ia berguru pada seorang ulama Islam tradisional, yang ia anggap kakeknya sendiri. Ulama yang konon masih merupakan keturunan para Habaib dari Yaman. Sebagaimana umumnya anak-anak yang dibesarkan di tengah keluarga Muslim tradisional, Ed Husain, atau Mohamed Mahbub Husain, sejak kecil mendapat pelajaran mengaji Al-Quran, beribadah shalat fardlu dan sunat, diajari untuk selalu taat pada orangtua dan mengembangkan toleransi terhadap umat beragama lainnya.</p>
<p><span id="more-196"></span></p>
<p>Namun memasuki masa remaja, perjalanan keagamaan Ed menjadi tidak sesederhana itu. Ia berkenalan dengan kelompok-kelompok Islamis alias Islam politik, yang fahamnya sama sekali berbeda dengan faham yang diajarkan kakeknya. Bagi kelompok-kelompok Islamis, yang juga sering disebut sebagai Islam garis keras, soal-soal peribadatan atau hamblum-minallah, adalah urusan kesekian. Urusan utama yang harus didahulukan adalah membangun kekuatan politik Islam di negeri mana pun, dengan cita-cita perjuangan: mendirikan sebuah Darul-Islam, atau suatu wilayah di bawah pemerintahan Islam dengan landasan  hukum Islam (tentu saja hukum Islam versi mereka).</p>
<p>Di Mesjid London Timur, tempat para Islamis ini berkiprah, Ed berkenalan dengan faham Islam yang disebarkan Ibnu Abdul Wahhab (Wahhabi), Abul A’la Maududi (Jamaat El-Islami atau Jamaah Al-Islamiyah yang berpusat di Pakistan, namun berbeda dengan Jamaah Al’Islamiyah yang merupakan organisasi teroris yang berbasis di Malaysia). Kemudian Sayid Qutb, Hassan Al-Banna (Ikhwanul Muslimin) dan pada akhirnya Taqi Nabbani, pendiri Hizbut Tahrir, yang mencita-citakan berdirinya Khilafah Islamiyah di seluruh dunia. Ed pun menjadi aktivis Hizbut Tahris.Bukan sekedar aktivis yang ikut-ikutan, melainkan aktivis utama yang cukup diandalkan.</p>
<p>Konflik dengan keluarganya pun tak bisa dihindari. Sejak awal, ayah dan kakeknya menentang keras keterlibatan Ed Husain di kelompok-kelompok Islam gais keras itu. Sewaktu Ed harus memilih antara keluarga dan organisasi, Ed lebih memilih organisasi. Ed pun menjadi akrab dengan semboyan: Allah adalah Tuhan kami. Muhammad adalah pemimpin kami. Al-Quran adalah konstitusi kami. Jihad adalah jalan kami. Mati syahid adalah cita-cita kami.</p>
<p>Lalu sampailah pada suatu hari yang sangat menentukan perjalanan keagamaan Ed Husain. Hari itu, seorang pemuda Kristen asal Nigeria tergeletak tewas di depan kampus, setelah terjadi perselisihan di meja bilyar sehari sebelumnya. Yang membunuhnya adalah Said, seorang anggota Hizbur Tahrir yang biasa membawa pisau. Ed pun tergelegak. Kekerasan, apalagi pembunuhan, bukanlah sesuatu yang ada dalam pikirannya. Bukan itu yang dicita-citakannya. Ed mulai melakukan retrospeksi, dan akhirnya mengambil kesimpulan bahwa apa yang dilakukan kelompok-kelompok Islam garis keras itu, hakikanya sangat jauh dari cita-cita Islam yang sebenarnya. Jauh dari apa yang dicita-citakan Muhammad, yakni sebuah dunia yang damai, penuh keselamatan dan rahmat (kasih) bagi seluruh alam.</p>
<p>Dalam pandangan Ed selanjutnya (setelah ia mengkaji ulang sejarah Islam), ternyata banyak hal keliru yang difahami kelompok-kelompok Islam garis keras itu. Misalnya saja pemakaian jilbab dan hijab di kalangan Muslimah, itu sebenarnya berasal dari budaya masyarakat Kristen di Levant, suatu daerah di wilayah Suriah, yang kemudian ditiru para Muslimah. Lalu kewajiban mengenakan celana dan jubah yang ujungnya harus berada di atas mata kaki, itu berasal dari sebuah cerita di zaman Nabi.</p>
<p>Begini ceritanya. Saat itu, orang-orang kaya dari kalangan Yahudi sangat suka menggunakan gamis (jubah) dari bahan mewah, yang ujungnya menyapu tanah. Penampilan mereka sangat arogan, karena memang pakaian yang mereka kenakan itu dimaksudkan sebagai pamer kekayaan. Lalu Rasulullah Muhammad SAW mengatakan kepada para sahabatnya, ”Jangan tiru kelakuan para Yahudi yang sombong itu. Jangan menggunakan jubah yang ujungnya menggapai tanah seperti mereka. Pakailah jubah yang ujungnya berada di atas mata kaki, supaya kamu tidak sombong.” Lalu Abubakar Shiddiq, sahabat terdekatnya bertanya: ”Jadi, mulai sekarang saya tidak boleh memakai jubah yang ujungnya menggapai tanah?”  Apa jawab Sang Nabi? ”Tidak perlu, karena kamu bukan orang yang sombong.”</p>
<p>Menemukan Sufisme</p>
<p>Setelah menyatakan diri keluar dari Hizbut Tahrir, Ed Husain melakukan perjalanan ke Suriah dan Arab Saudi. Di dunia negeri di kawasan jazirah Arab itu, ia menemukan kontroversi yang sangat kontras. Di Saudi, ia bertemu dengan masyarakat yang hipokrit. Masyarakat yang menerapkan faham Wahhabi sepenuhnya di depan publik, dengan memisahkan secara tegas perempuan dan laki-laki, dan tidak ditemukan seorang perempuan pun yang tidak menggunakan hijab dan jilbab. Tetapi di dalam tenda dan rumah-rumah mereka, mereka berpakaian meniru orang Barat, seraya bergelimang kemewahan. Namun tetap saja mereka membenci Barat dan non-Muslim meskipun gaya hidupnya mereka tiru.</p>
<p>Di Suriah, Ed menemukan masyarakat yang berperilaku sebaliknya. Masyarakat yang sangat toleran, bergaul dengan umat beragama lainnya tanpa hambatan sedikit pun. Bagi Muslimah di Suriah, jilbab bukanlah keharusan, melainkan hanya sekedar mode, karena tak sedikit Muslimah di sana yang tidak menggunakan jilbab. Kehidupan keagamaan mereka tidak ditunjukkan dalam atribut-atribut fisik seperti di Saudi.</p>
<p>Di Suriah pula, Ed Husain mendalami sufisme Jalaluddin Rumi yang penuh dengan ajaran-ajaran spiritual yang universal. Dan, sekembalinya ke London, Ed mulai menjalin kontak dengan Imam Hanson (Syekh Yusuf Hamza Hanson), seorang Sufi besar yang bermukim di Amerika. Bahkan kemudian Ed mengundang sang Imam untuk berceramah di London.<br />
Dari Imam Hanson (dan sebelumnya Jalaluddin Rumi), Ed Husain mendapatkan pelajaran tentang Islam yang pluralis. Sufisme menjadi jawaban pamungkas segala pertanyaan Ed tentang Islam. Dengan kata lain, apa yang diajarkan kakeknya dulu (yang juga seorang sufi) adalah hal yang sebenarnya harus disebarkan Islam ke seluruh dunia, karena wajah Islam yang damai seperti itulah, wajah Islam yang sebenarnya. Ed Husain (yang tentunya sudah bukan pemuda lagi) kini mengajarkan pemikiran Islam moderat di London, untuk membendung ekstremisme yang sudah terlanjur merebak di kota tersebut.</p>
<p>Itulah sekelumit memoar Ed Husain dalam bukunya yang menjadi best seller di Eropa: The Islamist, yang di Indonesia diterjemahkan dengan judul: Matinya Semangat Jihad (Jakarta: Penerbit Alvabet, Juli 2008). Terjemahannya cukup bagus, dengan gaya tutur yang mengalir. Sayangnya, buku ini tidak dilengkapi indeks, yang menjadi salah satu ciri buku bermutu. Saya tidak tahu apakah di buku aslinya juga tidak ada indeks. Yang jelas, di Indonesia, buku ini sepi dari pembicaraan, padahal isinya menentang arus mainstream gerakan Islam politik di Indonesia.</p>
<p>Masukan buat Pemerintah Inggris</p>
<p>Ketika pemerintah kerajaan Inggris memberikan tempat bagi minoritas Muslim untuk berkiprah di London Timur, mereka tampaknya sama sekali tidak mengira bahwa kaum Muslim, yang sebagian besar berasal dari Pakistan, India dan Bangladesh itu, akan berkembang menjadi Muslim garis keras yang lambat laun akan mengganggu stabilitas politik di negeri tersebut.</p>
<p>Ada kesan, pemerintah Inggris menganggap remeh kehadiran masyarakat Muslim di London Timur, karena secara populasi memang sangat sedikit. Mereka diberi kebebasan menjalankan kegiatan-kegiatan keagamaannya dengan fasilitas yang cukup lengkap, tetapi dengan tujuan melokalisir kegiatan mereka. Pemerintah Ingris tampaknya kurang menyadari bahwa dari kawasan London Timur itulah, gerakan Hizbut Tahrir Internasional dikendalikan dan menyebar ke seluruh dunia.</p>
<p>Hizbut Tahrir, walau bagaimana pun, adalah organisasi politik Islam yang tidak mengakui eksistensi negara, karena mereka mencita-citakan suatu pemerintahan Islam Internasional alias Khilafah Islamiyah. Dengan kata lain, mereka juga mencita-citakan lenyapnya kerajaan Inggris pada suatu ketika nanti, sementara mereka menyusun perjuangannya dengan fasilitas yang diberikan kerajaan.</p>
<p>Buku memoar karya Ed Husain ini tentunya menjadi bahan masukan yang sangat berharga  tidak hanya bagi pemerintah Inggris, tetapi juga bagi pemerintahan-pemerintahan di belahan dunia lainnya, yang memberikan tempat berkiprah bagi gerakan Hizbut Tahrir. Yang paling harus waspada adalah pemerintah Indonesia, karena organisasi ciptaan Taki Nabbani ini, tumbuh subur di negeri ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klubbukufilmsctv.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klubbukufilmsctv.wordpress.com&amp;blog=3789462&amp;post=196&amp;subd=klubbukufilmsctv&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klubbukufilmsctv.wordpress.com/2009/03/19/dari-radikalisme-menuju-sufisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/111c4e1526ec0e218ffbc0a4b44d3cf1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">klubbukusctv</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://klubbukufilmsctv.files.wordpress.com/2009/03/matinya.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">matinya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
