Semua Kita adalah Pelacur

pelacurKearifan Pelacur

Penulis: Elizabeth Pisani

Penerbit: Serambi

Tahun : 2008

Tebal: 600 halaman

Geong Rusdianto

“Untuk bisa ke Rawa Malang,Jakarta Utara,beloklah ke kanan setelah kompleks pelabuhan Jakarta yang luas dan bergabunglah dengan antrean truk container.Belok kekiri menelusuri pinggiran sungai berair hitam yang berbau kotoran manusia ,bensin dan bebauan kehidupan rawa pada umumnya.Begitu anda pikir tidak mungkin ada kesenangan di tengah rawa yang kumuh,namun tiba tiba menjelma dipenuhi gubuk dan perumahan yang berdiri di bekas kuburan tua,turunilah bantaran kali dan anda sudah berada di Rawa Malang…….Setelah mengaet pelanggan ,pelacur sudah dapat menyelipkan ke dalam kutang uang Rp 50.000,Tiga puluh ribu tetap akan tinggal di dalam kutang, sedangkan dua puluh ribu berpindah tangan ke Penjaga bordil,’’

Ini hanya sekelumit dari yang ditulis Elizabeth Pisani di dalam bukunya.Masih banyak lagi lokasi lokasi pelacuran yang disebutkan,baik di Jakarta dan beberapa kota di Indonesia.Ternyata Rawa Malang adalah salah satu lokasi pelacuran ditengah belantara pelacuran di dunia yang rentan dengan HIV.Meski ia juga menyebutkan jumlah pelacur wanita sebenarnya lebih sedikit dari pada pelacur waria,namun HIV tidak memadang siapapun,penyakit menular ini pun akan menyerang dan memasuki tubuh korbannya.Pisani mantan wartawan kantor berita Reuters ini dengan rajin mengunjungi berbagai lokasi yang diduga turut menyebarkan HIV dan berkomunikasi dengan banyak orang,dari seorang yang bernama fuad (pekerja pelabuhan,yang menjajakan diri pada laki laki di lapangan banteng,membeli seks kepada waria dan berhubungan seks dengan pacarnya yang juga pelacur),sejumlah waria yang hanya menjual dirinya (maaf,mulut dan analnya) kepada para lelaki dan juga berhubungan seks dengan wanita-yang juga tidak mau berhubungan dengan kelompok Gay,sejumlah pria yang menyatakan dirinya menyukai sesamapria juga,pejabat Depkes,BPS,hingga pejabat dilingkungan Negara Negara afrika dan PBB.

Wanita kelahiran Amerika Serikat ini sudah cukup lama mengenal Indonesia,ia mengenal sejak tahun 1988 saat masih menjadi wartawan Reuters,setelah beberapa tahun berada di Jakarta,ia kembali ke negaranya ,selanjutnya ia kembali lagi 2001 dan sudah bekerja sebagai konsultan bantuan pemerintah Ameriksa dalam menanggulangi penyebaran HIV/AIDS.Buku ini juga menyinggung sejumlah Negara di asean dan afrika dalam penanggulanan HIV/AIDS.Ia juga memasukan sejumlah data data yang membuat kita tentunya sangat ‘’tercengang’’.Dalam buku ini juga disebutkan hasil penelitian di seluruh dunia yang dilakukan UNAIDS PBB meenyebutkan ada 46 juta orang yang tertular HIV diantaranya 18 juta orang telah meninggal karena HIV/AIDS (hal 286)

Selanjutnya dalam buku ini akan disebutkan pula data data statistik sejumlah Negara dan penanganannya.Diantaranya selalu menggunakan kondom jika ingin berhubungan intim dan menggunakan pelumas jika berhubungan melalui anal.Dalam buku ini juga digambarkan kelompok pencandu narkoba.Ia juga bisa dengan luwes menggambarkan peredaran narkoba di kawasan Kampung Bali Jakarta.(daerah yang dikenal sebagai sarang narkoba) dan banyaknya pertukaran jarum suntik diantara pencandu narkoba,hingga memudahkan penyebaran HIV.Terlebih lagi pecandu narkoba sebagian besar juga terjun ke dunia pelacuran,hingga virus HIV mudah sekali berkembang biak.Dan upayanya menyadarkan mereka yang melakukan seks bebas untuk menggunakan Kondom.Penggunaan kondom ini upaya untuk mencegah penularan HIV/AIDS.Namun kembali menjadi masalah,jumlah kondom sangat sedikit dan mahal.

Dalam buku ini,Pisani juga membeberkan prilaku lembaga lembaga di PBB dan LSM di berbagai Negara yang dengan cepat merespon penanggulangan HIV/AIDS,karena dana yang dianggarkan sangat besar.Tahun 2007 dunia membelanjakan 10 miliar dollar Amerika Serikat untuk proyek proyek HIV/AIDS.

‘’Dengan,lembaga lembaga PBB sebenarnya merupakan peminta minta yang professional dan peminta minta biasanya akan pergi ke tempat tempat uang berada’’ (hal 491)

Tidak hanya lembaga lembaga PBB, sejumlah LSM pun ‘’bertarung’’ berebut lokalisasi untuk pengawasan dan proyeknya Hingga sejumlah lokalisasi sudah dikapling kapling LSMsm dalam upaya terus mendapat bantuan dana.Dalam upaya penyembuhan ,hingga saat ini belum juga ada obatnya pencegah HIV/AIDS tersebut.

Dari buku ini penulis menyamaratakan polisi Indonesia mudah disuap,’’buku panduan yang paling bisa dipercaya yang mencantumkan bagaimana mengenali pangkat seorang polisi di Indonesia tidak menyarangkan untuk melihat pangkat mereka ,tetapi melihat lingkar perut mereka .Semakin tinggi pangkatnya semakin pandai mereka memperoleh suapan dan semakin banyak suapannya,semakin besar lingkar perut mereka,’’.Padahal hal itu tidaklah benar.

‘’Bagiku,ada persamaan antara Indonesia dengan virus HIV,yaitu keduanya bisa memasuki darah anda dan akan tetap bercokol disana seumur hidup.Untung saja,akibat tertular virus ‘virus Indonesia’,tidaklah sedemikian menghancurkan seperti halnya HIV…Buku ini bukanlah sebuah buku mengenai Indonesia,tetapi memang banyak yang diceritakannya terjadi di Indonesia,negeri yang telah banyak mengajariku mengenai seks,ilmu pengetahuan dan kehidupan.

2 Responses to “Semua Kita adalah Pelacur”

  1. nina Says:

    kok terus disangkutpautkan ma lingkar perut Polisi…??
    Polisi sy rasa lbh pinter klo cman nulis bullshit spt ini…

  2. Muh. Nur Alam Says:

    Tesis yang hebat,… Cerdas dan realistis. Good Luck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: