Dari Bedah Buku SBY versus JK

Bedah buku dua calon presiden yang diselenggarakan Klub Buku dan Film SCTV, Selasa 19 Mei 2009 kebanjiran peminat. Kami, yang tadinya mempersiapkan tempat duduk untuk sekitar 50 orang di dalam ruangan yangtak terlalu luas di Hotel Sultan, terpakasa menambah tempat duduk, itu pun belum mencukupi sehingga sebagian lagi terpaksa berdiri. Buku yang kami bedah adalah Buku SBY yang ditulis juru bicaranya, Dino Pati Djalal dan buku JK, Hanya dengan Kerja Keras, Catatan Seorang Wakil Presiden yang ditulis sejumlah wartawan senior. Editor buku ini adalah Budi Kusumah, seorang wartawan senior jadi pembicara bersama Dino Pati Djalal.

Pembahasanya adalah Profesor Ikrar Nusa Bakti dari LIPI dan Dr Firmanzah, ahli marketing politik yang juga dekan FE-UI. Firmanzah mengupas kedua buku ini dari sisi medium komunikasi. Hasilnya: buku SBY membosankan, lelah membacanya, dan memaksa pembacanya untuk menerima atau mempercayai kebenaran yang ada dalam buku itu, dalam hal itu kepemimpinan SBY. Sebaliknya, dia memuji buku JK sebagai buku yang enak dibaca, bertutur, tidak melelahkan, dan terpenting adalah tidak berpretensi memaksakan pembacanya bahwa JK adalah pemimpin yang ok punya. Firmanzah menduga perbedaan itu terjadi karena penulisnya, buku SBY ditulis bukan oleh orang dekatnya, sementara buku JK ditulis oleh wartawan yang tidak memiliki kedekatan emisional dengan JK. Ikrar Nusa Bakti juga sependapat dengan Firmanzah. Buku JK jauh lebih rileks disbanding buku SBY.

Menanggapi kedua pembahas itu, Dino Pati Djalal tak mau kalah. Menurutnya, ia mendapat banyak sms dari orang yang tak dinekalnya alias pembaca awam yang memuji buku itu. Bahkan mereka mengaku membaca habis buku itu hanya dalam dua hari, padahal halamannya ratusan. “Buku ini melelahkan atau tidak,” kata Dino, “biarlah pembaca yang menilainya.”

Dino mengaku bukan tipe birokrat yang suka menganggung-agungkan orang. Jadi, katanya, apa yang dia tulisa dalam buku itu adalah apa yang dia lihat dan saksikan sendiri sejak menjadi juru bicara presiden. Begitulah, diskusi ini berjalan dengan saling kontra argument. Sayangnya, buku JK tidak dibagikan kepada peserta karena masih dalam proses percetakan. Sinopsis yang dibuat editornya tak bisa memuaskan keinginan peserta untuk membaca langsung buku JK itu. (**)

3 Responses to “Dari Bedah Buku SBY versus JK”

  1. ridho taqwa Says:

    help me. how to get the JK book?

  2. klubbukusctv Says:

    Ridho…terima kasih responnya. waktu diskusi itu diadakan, bukanya JK masih dalam proses cetak, Klub Buku SCTV mendapatknay hanya 3 buah untuk keperluan diskusi itu. memang banyak peserta yang menanyakan bagaimana caranya mendapatkan buku itu. sejauh ini tim kampanye Jk kelihatanya tidak memprioritaskan buku untuk untuk segera dijual di toko buku. jadi mungkin anda harus bersabar

  3. Pemilih.com Says:

    Klubbukusctv: Dari Bedah Buku SBY versus JK…

    Firmanzah mengupas kedua buku ini dari sisi medium komunikasi. Hasilnya: buku SBY membosankan, lelah membacanya, dan memaksa pembacanya untuk menerima atau mempercayai kebenaran yang ada dalam buku itu, dalam hal itu kepemimpinan SBY.
    Sebaliknya, dia…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: