The Lost Symbol

symbol

Miko Toro

Sebetulnya, Lost Symbol tidak masuk dalam daftar buku, yang akan saya baca dalam waktu dekat. Tapi, seorang wanita yang telah mencuri hati saya tiba-tiba memberi tahu, “Mungkin kamu tertarik dengan Lost Symbol. Ada unsur ilmiah bercampur mistis di dalamnya…”

Oh ya?

Terlepas dari ketertarikan saya pada si pemberi rekomendasi, saya memang suka hal-hal berbau mistis ilmiah. Bagi saya, hal-hal itu adalah final frontier. Harus dijelajahi. Jadi, saya langsung beli buku itu.

Jalan cerita Lost Symbol, tentu tidak akan saya ceritakan disini, agar kenikmatan Anda membaca nantinya, tidak berkurang. Hanya, sebagai perkenalan akan isinya: Lost Symbol tidak jauh beda dengan karya-karya Dan Brown sebelumnya. Penuh ketegangan. Diselang-seling aneka kejutan. Khusus Lost Symbol, itu semua bercampur dengan berbagai informasi menarik tentang sejarah Amerika Serikat, kota Washington DC, organisasi setengah rahasia Freemasonry dan Noetic Sciences

Seperti dalam Da Vinci Code, Profesor Robert Langdon berada dalam tekanan, untuk terus memecahkan kode demi kode. Kode-kode itu, diciptakan untuk melindungi sebuah rahasia maha penting. Dan menjelang akhir cerita, Robert Langdon tenggelam… Oops, maaf. Tapi percayalah, masih banyak kejutan lain menanti Anda.

Seni Dan Brown bercerita, bagi saya, mengesankan. Seperti biasa, Dan Brown menyertakan keterangan tentang keaslian sumber-sumber dan setting-nya, “…all organizations in this novel exist, including the Freemasons, the Invisible College, the Office of Security, the SMSC, and the Institute of Noetic Sciences. All rituals, science, artwork, and monuments in this novel are real…”

Bagi saya, ini seperti janji, mimpi indah bisa jadi adalah kenyataan! Dan memang, sulit untuk berhenti membaca buku ini. Kita terus dihela, untuk membuka halaman demi halaman. Tidak mengherankan, begitu diedarkan pertengahan September 2009, The Lost Symbol langsung bertengger di puncak New York Times Best Seller List, untuk kategori buku fiksi hardcover. Di hari pertama saja, terjual satu juta copy. Ini salah satu penjualan novel tercepat sepanjang sejarah. Hanya kalah dari serial Harry Potter.

Beberapa plot dalam Lost Symbol, bagaimanapun, bisa ditebak. Seperti, identitas si sadis Mal’akh… Tapi sebagian besar plot, bagi saya, memang cerdik. Misalnya, cara Robert Langdon dan ilmuwan Katherine Solomon lolos dari kejaran CIA, saat menumpang taksi.

Beberapa tindakan tokoh dalam lakon ini, memang bisa dipertanyakan. Dalam arti, tidak logis dibandingkan dengan bangunan ceritanya. Misalnya, upaya Mal’akh menghancurkan hasil riset Katherine Solomon (berhasil tidaknya, silakan Anda temukan sendiri…). Meskipun demikian, secara keseluruhan, langkah-langkah tiap tokoh terasa logis. Tiap adegan, terasa masuk akal.

Dan Brown tampak suka mengadopsi teori-teori non mainstream, sebagai dasar cerita buku-bukunya. Pada Da Vinci Code, dia mengutip teori kontroversial tentang sejarah gereja. Untuk Lost Symbol, dia mengutip noetic sciences.

Banyak ilmuwan terpandang, termasuk pemenang Nobel Fisika Brian Josephson mengakui, penelitian di bidang noetic telah sesuai dengan kaidah ilmiah paling ketat. Hasil-hasil penelitian noetic sciences, harus diakui sebagai fakta ilmiah. Meskipun begitu, sejauh ini, noetic belum dianggap sebagai bagian dari arus utama ilmu pengetahuan alam.

Institute of Noetic Sciences didirikan tahun 1973, oleh mantan antariksawan Edgar Mitchell. Mitchell adalah orang keenam yang menginjakkan kaki di bulan. Saat melihat bumi dari ruang angkasa, Mitchell mengaku mengalami semacam pencerahan. Dia merasa, kesadaran manusia hadir di bumi bukan sebagai kebetulan. Mitchell yakin, ada kekuatan tersembunyi dalam kesadaran.

Noetic sendiri berasal dari kata Yunani nous, yang berarti pikiran. Institut Noetic didedikasikan untuk meneliti kekuatan kesadaran manusia. Bidang penelitian noetic sciences, masuk dalam cabang ilmu parapsikologi (walau istilah parapsikologi tidak disebut-sebut dalam Lost Symbol).

Anehnya, tafsir Brown tentang noetic, tampak agak beda dengan pandangan para ilmuwan noetic sendiri. Baik dalam istilah, maupun dalam konsep dasar.

Misalnya, Lost Symbol sempat menyebut proyek Stargate. Memang, badan intelijen Amerika Serikat, CIA, pernah melaksanakan proyek ESP (ExtraSensory Perception, alias indra ke enam) dengan kode Stargate. Dalam proyek itu, cenayang (orang dengan kemampuan paranormal) CIA terbukti berhasil menerapkan remote viewing (pengindraan jarak jauh) terhadap beberapa instalasi strategis di Uni Soviet (kala itu).

Brown menyamakan remote viewing dengan Out of Body Experience (OBE). Padahal di kalangan ilmuwan parapsikologi, remote viewing dibedakan dari OBE. Dalam remote viewing, sang cenayang mampu melihat objek, di tempat jauh, dengan tetap berada didalam tubuh fisiknya sendiri. Sementara pada OBE, sang cenayang merasa inti kesadarannya (bisa dianggap sebagai jiwa) berada diluar tubuh fisiknya.

Dalam Lost Symbol, Brown bercerita, untuk bisa melaksanakan percobaan-percobaan di bidang noetic, laboratorium milik Katherine Solomon diletakkan di tempat terpencil. Antara lain, agar terisolasi dalam ruang.

Dilain pihak, para peneliti parapsikologi telah sampai pada kesimpulan, transfer informasi yang terjadi pada para cenayang, seperti dalam telepati (pertukaran informasi antar pikiran), tidak terpengaruh oleh jarak. Juga tidak bisa diisolasi, dengan bahan apapun yang sudah dikenal.

Juga diceritakan, Katherine Solomon menghasilkan terobosan di bidang noetic, dengan menemukan berat ‘jiwa’ manusia. Katherine menghasilkan temuan itu, setelah menempatkan pasien menjelang ajal, diatas timbangan super sensitif. Pada detik pasien itu meninggal dunia, berat pasien tampak berkurang. Selisih berat itu, dianggap sebagai berat jiwa yang meninggalkan tubuh.

Di dunia parapsikologi, ide mengukur berat ‘jiwa’, sebetulnya sama sekali bukan ide baru. Ide awal tentang itu, setidaknya telah dimulai tahun 1600-an oleh dokter Italia bernama Sanctorius. Lalu di tahun 1901, dokter bedah Amerika Duncan Macdougall mengaku mencatat selisih berat manusia, saat hidup dan saat mati, sebesar 21 gram (yang kemudian jadi inspirasi film Hollywood 21 Grams…). Tapi, hasil Macdougall tidak pernah diakui kalangan ilmiah, karena tata cara pengukurannya meragukan, dan hasilnya tidak pernah bisa diulang.

Sejumlah peneliti serius di bidang ini menyebutkan, bisa saja pengurangan massa (berat) itu sangat kecil. Itu berarti, para peneliti harus menggunakan alat ukur yang sepenuhnya mengisolasi tubuh manusia dari pertukaran energi dalam bentuk apapun (karena massa setara dengan energi). Yang jelas, itu tidak bisa dilaksanakan dengan timbangan sederhana, seperti yang dilakukan oleh Katherine Solomon.

Selain itu, ide mengukur berat jiwa sebenarnya bertentangan dengan asumsi dasar noetic, atau asumsi dasar parapsikologi modern. Para peneliti parapsikologi berpandangan, kesadaran (jiwa) bukanlah besaran fisik. Alam fisik semata, tidak bisa mewadahi aneka fenomena kesadaran. Konsep materialisme, bahwa segala hal terbentuk dari benda fisik, tidak bisa diterima.

Contohnya, materialisme tidak bisa menjelaskan peristiwa OBE. Karena OBE menunjukkan, kesadaran manusia bisa tetap ada, terlepas dari otak, terlepas dari tubuh fisik. Tubuh fisik, bukanlah syarat mutlak hadirnya kesadaran. Kesadaran, tampak lebih perkasa daripada materi. Mind over matter.

Lost Symbol juga menceritakan, anggota Freemasonry siap mengorbankan segalanya, demi melindungi sebuah rahasia maha penting. Suatu ancient mysteries. Konon rahasia ini bisa mengubah…

Baiklah, saya serahkan penilaian tentang rahasia itu, pada Anda. Jangan khawatir, sekilas cerita tentang noetic diatas, tidak akan mengganggu kejutan-kejutan untuk Anda.

Akhir kata, Lost Symbol sungguh asyik dibaca. Menyenangkan, dan memberi sudut pandang baru tentang sejumlah hal. Saya merasa, dari skala lima bintang, Lost Symbol cocok meraih empat bintang.

Bagaimanapun, penilaian tentang karya ini bisa sangat bervariasi. Lost Symbol bisa disukai, atau tidak disukai, melalui beragam cara. Seperti kata wanita manis pecinta Washington DC, yang merekomendasikan buku ini pada saya, “I like it mostly because of its mystification of Washington DC…”

8 Responses to “The Lost Symbol”

  1. Mbah Jiwo Says:

    ada hubungannya dengan YAHUDI ngga mas?

  2. Free Spirit Says:

    Saya sangat kagum membaca buku Da Vinci Code yang penuh intrik dan twisted fiksi menjadi sesuatu yang seperti nyata.
    Da Vinci Code sangat sangat luar biasa jalan ceritanya dan saya akan cari buku Lost Symbol

  3. Prasodjo Says:

    Mas Toro,

    Ulasan tentang Noetic science saya acungi jempol, cuman soal timbangan di Lost Symbol saya pikir bukan timbangan biasa karena kan timbangan tersebut bisa menimbang sampai 6 digit dibelakang koma. Saya rasa timbangan biasa tidak mampu begitu.
    Saya pribadi suka bahwa Founding father Amerika dalam membangun ibukota mereka benar benar sangat teliti dan penuh makna. Bagaimana di national Mall, disebelah Barat ada Lincoln Memorial tepat berseberangan dengan Capitol Hill, sebelah utara White House lurus berseberangan dengan Jefferson Memorial dan sebagai Pancer National Mall adalah Washington Monument. Hebatnya Obelisk ini dihubungkan dengan terowongan labyrinth dari Gedung capitol (bener apa nggak sih ini Mr. Langdon/Dan Brawn??). Coba bandingkan dengan kepercayaan wong Jowo bahwa Gunung Tidar di Magelang adalah pancer/pakunya pulau Jawa!!! Saya membayangkan kalau saja disekitar Monas sesuai angan2 Founding Father kita Bung Karno hanya akan ada gedung2 pemerintahan dengan bangunan yang monumental yang tahan 100 tahun!! Sehingga anak cucu dapat menikmati duduk di depan istana langsung lurus memandang Monas dan diseberangnya katakanlah ada Gedung Mahkamah Agung!! Dan stasiun Gambir tidak ada disitu,Wuih alangkah indahnya. Dan Bung Karno saya yakin bukan seorang Mason.
    Saya menikmati Da Vinci Code dan ketika membaca Lost Symbol sepertinya kurang greget karena seperti memindahkan cerita dari Roma ke Washington, walaupun intrik dan thrillernya tetap khas Dan Brawn.
    Selamat menikmatinya.

  4. The Lost Symbol « Ruang Download Gratis Says:

    […] Referensi : klub buku film SCTV […]

  5. Miko Toro Says:

    Mas Prasodjo, terimakasih tanggapannya. Ya, timbangan Katherine Solomon tentu sangat sensitif. Saya juga bertanya-tanya, apa ya, yang akan tercatat pada timbangan sesensitif itu? Bagaimana dengan hembusan nafas orang yang berada di samping timbangan itu, misalnya? Peneliti di bidang itu dengan demikian menyimpulkan, setahu saya, syarat utama timbangan sejenis itu adalah isolasi berat total. Perubahan berat akibat hal lain, selain akibat lepasnya ‘jiwa’, harus dihindari (apapun jiwa itu). Dalam bayangan saya, mungkin mirip detektor neutrino, yang biasanya dibangun jauh di dalam bumi. Tapi ini memang tebak-tebakan saya saja🙂 .
    Tentang Washington DC, saya juga baru ‘ngeh’ setelah baca Lost Symbol, bahwa para pendiri AS ternyata punya cara berpikir ‘simbolik’ sejauh itu. Sungguh menarik. Sayang saya belum dapat kesempatan mampir di DC.
    Ide Mas Prasodjo tentang pusat kota Jakarta yang ‘sesimbolik’ Washington DC menarik sekali. Wah tapi apakah tidak sayang, kalau Stasiun Gambir harus disingkirkan🙂 ?
    Terimakasih juga untuk Mbah Jiwo dan Mas Free Spirit. Salam…

  6. Abdul Aziz Says:

    belum dapat versi indonesianya euy…mo baca versi inggris ntar kurang nikmat krn kudu buka kamus buat kata2 yg baru…xixixixi…….( sebenarnya istri sih spd bhs inggris….tp kasian )

  7. Tita Rostita Says:

    terimakasih untuk ulasan yang menarik
    Edisi Indonesianya segera terbit juga katanya, dari Mizan.

  8. Ray HP Says:

    kelihatannya sangat menarik, saya baru download novel the lost symbol di http://www.ron-rum.com , semoga novelnya sebagus the da vinci code.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: